(Foto Jalan Provinsi di Kecamatan Solear Dokumentasi/Bagas)
TANGERANG – Kondisi Jalan Raya Cisoka-Solear yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten kini dalam kondisi memprihatinkan. Kerusakan jalan yang masif, mulai dari lubang menganga hingga aspal yang terkelupas habis, membuat jalur vital ini tampak seperti baru saja diguncang gempa dahsyat.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan keluhan warga yang mencuat hingga 20 Februari 2026, titik kerusakan terparah terlihat di depan Kantor Kecamatan Solear dan area Pertigaan Solear dan arah menuju Cisoka. Meski sempat ada upaya rehabilitasi beton pada tahun 2024, kerusakan jalan lainnya kembali meluas akibat drainase yang buruk dan tingginya volume kendaraan berat.
PUPR Banten Dinilai Tutup Mata
Warga setempat meluapkan kekecewaannya karena perbaikan permanen tak kunjung terealisasi secara menyeluruh. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten dituding “buta” dan tutup mata terhadap risiko keselamatan pengendara.
”Jalannya sudah mirip terkena gempa megathrust, hancur berantakan. Kalau hujan jadi kubangan, kalau kering debunya luar biasa. Kami merasa dianaktirikan, seolah-olah pemerintah tidak melihat penderitaan kami di sini,” ujar salah satu warga dalam keterangannya.
Jalan rusak di wilayah Tangerang secara umum telah memakan korban jiwa akibat kecelakaan fatal. Akses penghubung antar-kecamatan ini merupakan jalur ekonomi utama yang kini terhambat.
”Masyarakat menuntut aksi nyata segera diperbaiki sebelum jatuh korban lebih banyak.”Pungkas warga.
Hingga berita ini diturunkan, ratusan kilometer jalan di Kabupaten Tangerang, termasuk di Solear, masih masuk dalam kategori rusak berat dan menanti anggaran perbaikan tahun 2026. (Gass)








