Pemprov DKI Dan BMKG Bangun Sistem Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Lensabumi.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempersiapkan sistem peringatan dini kualitas udara atau Early Warning System (EWS) untuk memprediksi polusi udara dengan lebih akurat.

“EWS kualitas udara ini kami siapkan sebagai instrumen pencegahan. Dengan mengetahui potensi kondisi kualitas udara beberapa hari ke depan, pemerintah dapat memperkuat langkah mitigasi yang diperlukan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi di Jakarta, Sabtu.

Pengembangan EWS kualitas udara itu merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemprov DKI dalam mengurangi dampak pencemaran udara dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan aktivitas dan melakukan langkah perlindungan diri sejak dini,” ujar Dudi.

Menurut Dudi, keberadaan sistem peringatan dini itu dapat memberikan manfaat besar, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Baca Juga  Polresta Tangerang Siaga Antisipasi Nobar Persija vs Persib, Patroli Ditingkatkan di Sejumlah Wilayah

Kelompok tersebut, antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, seperti asma dan gangguan paru-paru lainnya.

Dengan adanya informasi prakiraan kualitas udara yang lebih akurat dan mudah diakses, kata Dudi, masyarakat dapat mengambil berbagai langkah preventif saat kualitas udara diperkirakan memburuk, di antaranya menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi aktivitas fisik di area terbuka, dan mengurangi paparan terhadap polusi udara yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Ke depan, dia berharap EWS kualitas udara dapat menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat Jakarta dalam memantau kondisi udara secara real time maupun prediktif.

Baca Juga  Pemprov DKI Lanjutkan Pemutihan Ijazah 2026, Pramono Tebus 2.026 Dokumen Siswa Tertahan

Dengan dukungan teknologi SILAM Urban, sambung dia, warga akan memiliki akses terhadap informasi kualitas udara yang lebih rinci, akurat, dan mudah dipahami sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko pencemaran udara.

Sementara itu, Koordinator Sub Bidang Informatif Gas Rumah Kaca BMKG Albert C Nahas menjelaskan SILAM Urban dikembangkan menggunakan berbagai data inventori emisi lokal yang mencakup emisi sektoral maupun emisi polutan.

Melalui pendekatan tersebut, sistem dapat menghasilkan prakiraan kualitas udara yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi nyata di wilayah Jakarta.

Menurut Albert, informasi yang disediakan melalui SILAM Urban tidak hanya terbatas pada prakiraan kualitas udara secara umum.

Informasi yang dihasilkan itu mencakup enam jenis polutan utama, termasuk PM2.5. Melalui SILAM Urban, masyarakat dapat melihat peta kualitas udara per kecamatan di Jakarta, tren Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hingga tiga hari ke depan, dan kondisi meteorologi.

Baca Juga  Pemerintah Pastikan Evaluasi KLB MBG Cepat Dan Menyeluruh

“Termasuk peringkat kecamatan berdasarkan kualitas udara, hingga grafik konsentrasi polutan yang memudahkan pemantauan kualitas udara sehari-hari,” tutur Albert.

Pengembangan sistem prakiraan kualitas udara tersebut dilakukan BMKG melalui pemanfaatan teknologi pemodelan kualitas udara berbasis spasial yang dikenal dengan nama Sistem Informasi dan Layanan Mahasiswa (SILAM) Urban.

Teknologi itu memungkinkan pemetaan kondisi polusi udara secara lebih rinci dengan cakupan seluruh wilayah Jakarta yang terdiri dari 44 kecamatan. Bahkan, sistem tersebut mampu memberikan informasi hingga radius satu kilometer, sehingga data yang disajikan lebih spesifik dan relevan bagi masyarakat.

Berita Terkait

Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan
Jaga Keselamatan Warga, KemenPU Ganti Jembatan Apung Sungai Wulan dengan Jembatan Gantung
Dibawah Komando Anugrah Dwi Sandi Media Center Cisoka Kembali Bersinar
Apresiasi Raperda Inisiatif & Saran DPRD, Sachrudin-Maryono: Sinergi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
Dishub Kabupaten Tangerang Resmi Menjalin Kolaborasi Strategis Dengan RAPI
Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Hadapi Peluang Green Jobs
Sebanyak 500 Warga Desa Pasir Barat Terima Bantuan Beras 30 Kilogram Per KPM
HUT ke-78 Polwan, Kapolresta Tangerang Dorong Peningkatan Profesionalisme dan Dampak Nyata
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:44 WIB

Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan

Jumat, 4 September 2026 - 12:58 WIB

Jaga Keselamatan Warga, KemenPU Ganti Jembatan Apung Sungai Wulan dengan Jembatan Gantung

Kamis, 3 September 2026 - 16:07 WIB

Apresiasi Raperda Inisiatif & Saran DPRD, Sachrudin-Maryono: Sinergi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Rabu, 2 September 2026 - 20:16 WIB

Dishub Kabupaten Tangerang Resmi Menjalin Kolaborasi Strategis Dengan RAPI

Rabu, 2 September 2026 - 17:54 WIB

Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Hadapi Peluang Green Jobs

Berita Terbaru