Kota Serang, Lensabumi.com – Panjang Mulud adalah tradisi khas masyarakat Banten untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad S.A.W ( Maulid Nabi ),setiap bulan Rabiul Awal, kata “Panjang” sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti hiasan atau dekorasi, dengan bentuk perayaannya melibatkan warga masyarakat dengan cara mengarak berbagai wadah,replika kendaraan,bangunan mini,ataupun berbagai bentuk makanan tradisional seperti nasi buceng,dan lauk pauknya,hingga berupa uang yang nantinya dibagikan kepada warga masyarakat itu sendiri.
Tradisi ini berkembang pesat sejak masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa ( 1651-1683M ) masa ini tercatat sebagai puncak kejayaan Banten ,digelar sebagai bentuk rasa syukur dan kegembiraan.
Tradisi Panjang Mulud memiliki nilai budaya yang mencerminkan semangat gotong royong,kepedulian sosial,serta simbol identitas keislaman masyarakat Banten.
Tradisi Panjang Mulud kembali menggema di Provinsi Banten. Karnaval Panjang Mulud tingkat Provinsi Banten perdana yang digelar di Halaman Gedung Negara Provinsi Banten, KP3B,Jalan Syekh Nawawi Al Bantani,Palima,Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Curug,Kota Serang, Sabtu (3/10/2026), berlangsung meriah dengan diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur.
Kegiatan yang diinisiasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Banten di bawah kepemimpinan K.H. Bunyamin Hafidz ini tidak hanya menjadi peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke 26 Provinsi Banten.
Gubernur Banten Andra Soni yang hadir langsung, mengapresiasi kegiatan ini dan mendorong Karnaval Panjang Mulud menjadi agenda budaya tahunan yang masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN) tingkat nasional.
“Ini cara kita bergerak dari identitas menuju produktivitas yang berkualitas”, tegas Andra Soni selaku Gubernur Banten.
Di tengah kemeriahan tersebut, peran aktif ditunjukkan oleh Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PWDMI) Provinsi Banten. Khususnya Divisi Ekonomi Kreatif dan UMKM PWDMI Banten yang tidak hanya bertugas sebagai panitia pelaksana, namun juga ikut meramaikan barisan karnaval Panjang Mulud sebagai peserta.
Wakil Ketua Bidang Ekonomi PWDMI Provinsi Banten,K.H. Yandi Ikadarma,S.E,M.M. , mengatakan, “Keterlibatan ganda ini merupakan bentuk komitmen untuk melestarikan tradisi sekaligus menggerakkan ekonomi umat”, kata K.H Yandi.
“Kami di PWDMI Banten, khususnya Divisi Ekraf dan UMKM, Alhamdulillah diberi amanah sebagai panitia. Tapi kami tidak mau hanya di belakang layar, kami juga ingin ikut merasakan suasana gembira dan semangat melaksanakan Panjang Mulud sebagai peserta. Ini wujud cinta kami pada tradisi Banten dan pada Rasulullah SAW”, ujarnya di sela kegiatan di KP3B, Sabtu (3/10).
Menurutnya, momentum Panjang Mulud sangat potensial untuk mempromosikan produk UMKM binaan PWDMI. Filosofi Panjang Mulud yang berisi hasil bumi, makanan, sembako, dan kerajinan menjadi simbol keberkahan dan gotong royong yang sejalan dengan semangat ekonomi kreatif.
Antusiasme masyarakat terlihat luar biasa. Meski tahun ini pelaksanaan perdana tingkat provinsi, ribuan warga tetap memadati kawasan KP3B untuk menyaksikan pawai dan tradisi Panjang Mulud
Ketua Divisi Ekonomi Kreatif dan UMKM PWDMI Banten, K.H Tatang Royani, S.Ag, berharap ke depan Panjang Mulud bisa menjadi etalase tahunan bagi UMKM masjid untuk naik kelas dan dikenal lebih luas, sejalan dengan harapan Gubernur Banten menjadikan tradisi ini sebagai daya tarik wisata budaya.
( Sugeng T )






