Inovasi Energi Bersih PLN Group Raih Empat Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam ajang ASEAN Energy Awards 2026, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) yang berlokasi di Jawa Barat ini meraih predikat First Runner-up pada ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 kategori On-Grid, subkategori Utility Scale.

Dalam ajang ASEAN Energy Awards 2026, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) yang berlokasi di Jawa Barat ini meraih predikat First Runner-up pada ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 kategori On-Grid, subkategori Utility Scale.

lensabumi.com – PT PLN (Persero) melalui subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) meraih empat penghargaan ASEAN Energy Awards 2026 atas inovasi di bidang energi bersih yang berkelanjutan. Penghargaan yang diumumkan di Manila, Filipina, Rabu (7/10), ini memperkuat kontribusi PLN Group dalam mendorong transisi energi melalui pengembangan teknologi yang lebih efisien, rendah emisi, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi.

Dalam ajang tingkat Asia Tenggara tersebut, PLN NP meraih dua predikat Winner dan satu First Runner-up. Predikat Winner diraih Greenvoltaic Hydrogen Plant di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang pada ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 kategori Emerging Low-Carbon Technologies, subkategori Green Hydrogen, serta Gedung Administrasi PLN NP Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang pada ASEAN Energy Efficiency and Conservation Awards 2026 kategori Green Building, subkategori Small and Medium Building. Sementara itu, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata meraih predikat First Runner-up pada ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 kategori On-Grid, subkategori Utility Scale.

Sementara itu, PLN IP meraih predikat Second Runner-up pada ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 melalui inovasi Powering Coal Generation through Biomass Integration and Smart Energy Management yang dikembangkan Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu, pada kategori Combined Heat and Power (CHP) Generation.

Baca Juga  Infinix XOS 16 Resmi Meluncur, Bawa Android 16 dan Desain Glow Space

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kontribusi PLN Group dalam mendukung agenda pemerintah untuk mempercepat transisi energi nasional. Menurutnya, transformasi sektor ketenagalistrikan tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan, tetapi juga pada pengembangan energi yang semakin bersih dan berkelanjutan.

“PLN terus bertransformasi. Sebab, baik saat ini maupun di masa depan, peran PLN tidak hanya sebatas menghasilkan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan energi yang semakin bersih dan berkelanjutan. Inilah arah transformasi yang terus kami dorong agar sektor ketenagalistrikan mampu menjawab kebutuhan masa depan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Darmawan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan bahwa transisi energi dapat didorong melalui aksi nyata mulai dari inovasi teknologi, optimalisasi aset yang ada, hingga pengembangan pembangkit energi terbarukan berskala besar.

“Transisi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi, tetapi juga tentang bagaimana kita berinovasi agar setiap aset dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat. Tiga penghargaan ini menjadi motivasi bagi PLN Nusantara Power untuk terus menghadirkan solusi energi bersih yang andal, efisien, dan memiliki nilai tambah bagi Indonesia,” ujar Ruly.

Baca Juga  Tim Dompet Dhuafa ikut pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh

Salah satu inovasi yang mendapat pengakuan dalam ajang tersebut adalah Greenvoltaic Hydrogen Plant di PLTGU Muara Karang. Fasilitas ini mampu memproduksi hingga 43 ton hidrogen hijau per tahun dengan memanfaatkan pasokan listrik berbasis energi terbarukan melalui PLTS atap, serta Renewable Energy Certificate (REC) dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling.

“Selain mendukung transisi energi, pengembangan fasilitas ini juga memberikan manfaat ekonomi. Kami mencatat penghematan biaya listrik sekitar Rp1,19 miliar per tahun serta potensi pendapatan baru sebesar Rp2,74 miliar melalui perjanjian pembelian hidrogen dan oksigen. Model pengembangan fasilitas tersebut juga telah direplikasi di 22 pembangkit lain milik PLN Group, dengan total kapasitas produksi gabungan mencapai 203 ton hidrogen per tahun,” jelas Ruly.

Selain melalui pengembangan hidrogen hijau, PLN NP juga menerapkan inovasi efisiensi energi pada bangunan operasional. Salah satunya adalah Gedung Administrasi PLN NP UP Muara Karang, yang mengintegrasikan desain pasif dan aktif untuk mengoptimalkan konsumsi energi serta memanfaatkan panel surya dan hydrogen fuel cell sebagai sumber listrik.

Baca Juga  Doa Pagi dan Evaluasi Hasil, Komitmen Insan BRILian KC Cilegon Tingkatkan Kualitas Layanan

Upaya efisiensi tersebut sebelumnya mengantarkan gedung ini meraih Juara I kategori Gedung Hijau dalam Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2025. Prestasi tersebut kemudian mengantarkan gedung ini mewakili Indonesia dalam ASEAN Energy Awards 2026.

Sementara itu, PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat meraih penghargaan pada kategori pengembangan energi terbarukan skala besar. Pembangkit berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) yang dikelola PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE) ini memanfaatkan permukaan Waduk Cirata untuk menghasilkan listrik dari energi matahari tanpa memerlukan lahan darat yang luas.

Lebih lanjut, Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta mengatakan bahwa inovasi biomass integration dan smart energy management merupakan upaya mengoptimalkan pembangkit yang telah beroperasi melalui pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif dan pengelolaan energi yang lebih cerdas.

“Inovasi ini mencerminkan upaya kami dalam mengoptimalkan pembangkitan secara menyeluruh, mulai dari meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga keandalan pasokan listrik hingga memperkuat aspek keberlanjutan melalui pemanfaatan energi alternatif dan pengurangan dampak lingkungan. Kami akan terus mendorong inovasi agar transformasi pembangkitan memberikan manfaat nyata bagi perusahaan dan mendukung transisi energi,” pungkas Bernadus.

Berita Terkait

Jaga Daya Saing Industri Nasional di Kancah Global, PLN Terus Perkuat Layanan REC & GEAS sebagai Solusi Listrik Hijau Terverifikasi
Timnas Indonesia Otomatis Bermain Di Round 2 Kualifikasi Piala Dunia 2030
Veda Ega Finish Keenam, Quiles Juarai Moto3 Mandalika 2026
HUT ke-394 Kabupaten Tangerang : Gemilang Korpri Night Run 2026 Sukses Galang Donasi Rp232 Juta Lebih untuk Korban Gempa NTT
Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Mandalika
Tagihan Logistik MBG Belum Dibayar, CV Raysa Hoki Minta PT Ajisaka Segera Melunasi
Wujudkan Lingkungan Kerja yang Bersih dan Sehat, Setwan DPRD Kabupaten Tangerang Gencarkan Korvei Rutin Jum’at Bersih
Aprilia Kuasai FP1 Mandalika, Bezzecchi Ungguli Marc Marquez

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Jaga Daya Saing Industri Nasional di Kancah Global, PLN Terus Perkuat Layanan REC & GEAS sebagai Solusi Listrik Hijau Terverifikasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Inovasi Energi Bersih PLN Group Raih Empat Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Timnas Indonesia Otomatis Bermain Di Round 2 Kualifikasi Piala Dunia 2030

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Veda Ega Finish Keenam, Quiles Juarai Moto3 Mandalika 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Mandalika

Berita Terbaru

Berita

Veda Ega Finish Keenam, Quiles Juarai Moto3 Mandalika 2026

Minggu, 11 Okt 2026 - 17:53 WIB