lensabumi.com, Tangerang Selatan- Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kapasitas dan peran strategis generasi muda melalui penyelenggaraan kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Kerja Tahunan (Rakertah) yang dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026, bertempat di ballroom Ramada By Wyndham Serpong Hotel bertemakan Semangat Intelektual, Merealisasikan Asta Cita. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus ruang refleksi bersama pasca perayaan Idulfitri.
Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, dihadiri oleh berbagai elemen pemuda, pengurus pusat dan daerah, serta tamu undangan dari berbagai latar belakang kampus di Jabodetabek. Momentum Halal Bihalal dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat solidaritas internal, serta membangun kembali semangat kolektif dalam menjalankan roda organisasi.
Kehadiran Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, menjadi salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya keterlibatan aktif pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menekankan bahwa masa depan demokrasi Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas partisipasi generasi muda saat ini.
Dimyati Natakusumah menyampaikan bahwa organisasi kepemudaan bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan ruang pembelajaran kepemimpinan, etika politik, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa dinamika demokrasi membutuhkan generasi muda yang tidak apatis, tetapi justru aktif dan terorganisir dengan baik.
Dalam pesannya, ia juga mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yaitu “A thousand friends are too few, one enemy is too many” atau “Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.” Pesan tersebut dinilai sangat relevan dalam konteks kehidupan sosial dan politik saat ini, di mana polarisasi seringkali menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Menurutnya, generasi muda harus mampu membangun jejaring seluas-luasnya, mengedepankan dialog, serta menghindari konflik yang tidak produktif. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan organisasi sebagai sarana membangun persatuan, bukan justru memperuncing perbedaan.
Selain itu, Founder Mari Kita Bahas, Ahmad Alimuddin, yang hadir sebagai narasumber utama, menyampaikan materi yang menggugah terkait peran kritis pemuda dalam mengawal arah pembangunan nasional. Ia menyoroti pentingnya menjaga objektivitas dalam melihat kebijakan publik, terutama dalam konteks implementasi Asta Cita Presiden.
Ahmad Alimuddin menegaskan bahwa Asta Cita tidak boleh hanya menjadi jargon politik, tetapi harus diterjemahkan ke dalam kebijakan yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat. Oleh karena itu, peran pemuda sangat dibutuhkan sebagai pengawas sosial yang mampu memberikan kritik konstruktif berbasis data dan fakta.
Ia juga menekankan bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, pemuda memiliki akses luas terhadap berbagai sumber pengetahuan. Hal ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas analisis, memperkuat literasi politik, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dalam sesi diskusi, peserta terlihat antusias menyampaikan berbagai pandangan,. Interaksi yang dinamis tersebut mencerminkan semangat intelektual dan keterbukaan yang menjadi ciri khas Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia.
Ketua Umum DPP Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia Fitra Nanda A dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap semangat yang terbangun dalam forum ini dapat terus dijaga dan diimplementasikan dalam program kerja nyata yang berdampak luas.
Selain itu, organisasi juga berkomitmen untuk lebih aktif dalam merespons isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat, seperti pendidikan, ekonomi kreatif, dan partisipasi politik pemuda. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi nyata organisasi dalam pembangunan nasional.
Dengan terselenggaranya Halal Bihalal dan Rapat Kerja Tahunan ini, Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia menegaskan kembali perannya sebagai wadah strategis bagi generasi muda untuk berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan yang membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Ke depan, organisasi ini diharapkan mampu terus beradaptasi dengan dinamika zaman, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.






