Caracas, Lensabumi.com – Penjabat (Pj) Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan bahwa jumlah korban luka akibat gempa bumi dahsyat di Venezuela kini telah melampaui 12 ribu orang.
“Seluruh layanan kesehatan di Venezuela saat ini telah dikerahkan untuk menangani 12.400 korban luka yang ada,” kata Delcy Rodriguez pada Kamis (2/7).
Selain melonjaknya jumlah korban luka, ia juga menyampaikan kabar duka bahwa sebagian besar pejabat daerah La Guaira dilaporkan meninggal akibat bencana tersebut.
Lebih lanjut, ia mencatat terdapat sedikitnya 189 bangunan runtuh total akibat guncangan gempa tersebut.
Sementara itu, berdasarkan data terbaru otoritas Venezuela, jumlah korban meninggal dunia mencapai 2.295 orang
Pada Rabu, 24 Juni, dua gempa bumi kuat dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang negara di pesisir utara Amerika Selatan itu dalam waktu yang berdekatan.
Guncangan awal (foreshock) dengan magnitudo 7,2 terjadi pada 18.04 waktu setempat (GMT–4/pukul 11:00 WIB) dan disusul dengan gempa bumi utama bermagnitudo 7,5 dengan selang waktu 39 detik setelahnya.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas pun terus memantau perkembangan kondisi para WNI.
“KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak 3 orang, berada dalam kondisi aman, selamat, dan sehat,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah.
Di samping itu, Heni memastikan seluruh staf di KBRI Caracas juga selamat dan dalam keadaan aman.
“Gedung kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta juga tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti,” katanya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA






