Juri LCC MPR Kalbar Dirujak Netizen, Dinilai Tak Fair saat Final

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Polemik penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial.

Sorotan muncul setelah dua jawaban dengan substansi serupa justru mendapat penilaian berbeda dari dewan juri.

Final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalbar digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). Tiga sekolah yang lolos ke babak final yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Kronologi Kejadian

Polemik terjadi saat sesi rebutan jawaban. Peserta mendapat pertanyaan mengenai lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menjawab.

“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” ujar salah satu peserta.

Namun, jawaban itu dinyatakan salah oleh juri. Regu C pun mendapat pengurangan nilai minus lima.

Baca Juga  Camat Kemiri Rudi Hadikarsono Resmi Dilantik Sebagai PPAT Sementara ‎

Pertanyaan kemudian dialihkan ke Regu B dari SMAN 1 Sambas. Peserta dari SMAN 1 Sambas lalu memberikan jawaban yang dinilai memiliki inti serupa.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” ucap peserta dari SMAN 1 Sambas.

Juri kemudian menyatakan jawaban tersebut benar.

“Inti penjelasannya sudah benar, nilai 10,” kata Dyastasita selaku juri.

Keputusan itu langsung diprotes peserta dari SMAN 1 Pontianak. Mereka menilai jawaban yang disampaikan tidak berbeda dengan jawaban Regu B.

“Dewan juri, izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B,” kata salah satu peserta.

Peserta bahkan meminta penonton di studio menjadi saksi bahwa unsur DPD sudah disebut dalam jawaban mereka.

Namun, dewan juri tetap mempertahankan keputusan. Salah satu juri menilai persoalan ada pada artikulasi jawaban peserta.

“Begini, kan sudah diperingatkan dari awal bahwa artikulasi itu penting. Jadi, biasakan menjawab dengan artikulasi yang jelas, kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak karena mendengar artikulasi yang tidak jelas, ya itu artinya dewan juri berhak memberi nilai minus 5,” paparnya.

Baca Juga  Gerakan Sadesa Juleha Diluncurkan di Brebes, Perkuat Ekosistem Halal hingga Desa

Pembawa acara lomba juga menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan dewan juri.

“Baik adik-adik, keputusan di dewan juri karena dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengar jawaban dari adik-adik. Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti bisa dilihat tayangan ulangnya,” jelas MC.

Video perdebatan antara peserta dan dewan juri kemudian ramai di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan tidak adanya pengecekan ulang terhadap jawaban peserta sebelum keputusan ditetapkan.

Tak sedikit netizen yang merujak dewan juri karena dianggap tidak fair dalam memberikan penilaian.

MPR Buka Suara

Polemik tersebut akhirnya mendapat perhatian pimpinan MPR RI. Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permohonan maaf atas insiden penilaian tersebut.

Baca Juga  Mentri LH Ingatkan Industri Masif Picu Penurunan Tanah di Jakarta Hingga Setengah Meter

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).

Akbar memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan, mulai dari kinerja juri, sistem tata suara, hingga mekanisme keberatan peserta.

“Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” tegasnya.

Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Akbar juga kembali menyampaikan permohonan maaf.

“Atas nama pimpinan MPR kami mohon maaf dan akan segera menyetujui terhadap juri yang bertugas,” ucap Akbar.

Meski menuai polemik dan sempat diprotes peserta, hasil akhir lomba tetap tidak berubah. SMAN 1 Sambas keluar sebagai juara dan berhak mewakili Kalimantan Barat ke tingkat berikutnya setelah unggul poin dari SMAN 1 Pontianak.

Berita Terkait

Belajar dari Keterbatasan, Andra Soni Permudah Akses Pendidikan Anak-anak di Banten
Kebakaran Kandang 3 Ekor Kambing Mati Terbakar Desa Bojongsari
Bupati Maesyal Rasyid Pastikan Rumah Bu Laila Segera Dibangun
Bupati Tangerang Lepas Peserta Fun walk Semarak HUT RI di Panongan
Tutup Kompetisi Sepak Bola Antar RT di Rancabuaya, Bupati Tangerang: Utamakan Sportivitas dan Kebersamaan
HUT ke-3 Lensabumi.com, Dorong Pers Tetap Berintegritas di Tengah Disrupsi Artificial Intelligence
Bupati Tangerang Dampingi Seskab Teddy Indra Wijaya dan Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Curug
Warga Kejobong Jatuh dari Pohon Kelapa Tewas

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Belajar dari Keterbatasan, Andra Soni Permudah Akses Pendidikan Anak-anak di Banten

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:09 WIB

Kebakaran Kandang 3 Ekor Kambing Mati Terbakar Desa Bojongsari

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:42 WIB

Bupati Maesyal Rasyid Pastikan Rumah Bu Laila Segera Dibangun

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Bupati Tangerang Lepas Peserta Fun walk Semarak HUT RI di Panongan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Tutup Kompetisi Sepak Bola Antar RT di Rancabuaya, Bupati Tangerang: Utamakan Sportivitas dan Kebersamaan

Berita Terbaru