Ubah Citra Bertani Jadi Keren, Kabupaten Tangerang Gencarkan Sistem Integrated Farming

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, LENSABUMI.COM – Upaya mencetak generasi baru petani modern terus diperkuat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang resmi menggelar Pelatihan Integrated Farming (Pertanian Terpadu) bagi para Petani Milenial di areal lahan Taruna Tani Al Prakarsa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat (5/6/2026).

Pelatihan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendorong regenerasi sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui keterlibatan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi pertanian modern.

Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, Endang Setiawan menegaskan bahwa kegiatan yang berpusat di Desa Margasari ini bukan sekadar pelatihan musiman, melainkan sebuah proyek percontohan (pilot project) strategis yang dipersiapkan matang untuk masa depan agribisnis daerah.

“Pelatihan di Kantor Taruna Tani Milenial Kecamatan Tigaraksa ini adalah pilot project kita. Kami ingin membangun sebuah model pertanian modern yang sukses terlebih dahulu di sini. Ke depan, konsep ini akan menjadi percontohan dan kiblat yang siap direplikasi di kecamatan-kecamatan lain di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Baca Juga  Akses Jalan Warga Terputus Akibat Jembatan Ambruk, Bupati Paramitha Instruksikan Perbaikan Cepat

Endang menambahkan, pemilihan konsep integrated farming dinilai sangat tepat bagi petani milenial karena menawarkan solusi keterbatasan lahan lewat efisiensi tinggi, di mana sektor pertanian, peternakan, dan perikanan saling menyokong dalam satu ekosistem zero waste (tanpa limbah).

Dalam arahannya, ia juga menyoroti tantangan besar sektor pertanian saat ini, yaitu penurunan jumlah petani usia produktif dan kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk Kabupaten Tangerang.

“Kami optimistis, lewat tangan-tangan kreatif petani milenial yang dibekali ilmu integrated farming ini, citra pertanian akan naik kelas. bertani itu keren, canggih, dan sangat menjanjikan secara ekonomi. Dari Tigaraksa, kita bawa semangat baru ini ke seluruh pelosok Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.

Baca Juga  Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Toko Bangunan RJ Home di Brebes

Sementara itu, Ketua Taruna Tani Milenial Al-Prakasa, Satria Gusputra, membagikan kisah inspiratif di balik terbentuknya kelompok tani tersebut. Satria yang memiliki latar belakang sebagai pekerja korporat memilih untuk resign dan menenangkan diri (cooling down) sebelum akhirnya terjun total ke dunia pertanian.

“Awalnya orang-orang menganggap saya agak stres. Enak-enak kerja kantoran, tiba-tiba malah pergi ke kebun. Namun, saya melihat desa ini memiliki banyak potensi lahan tidur yang bisa digarap, terlebih pemerintah sedang gencar menggalakkan swasembada pangan,” katanya.

Selain potensi lahan, Satria juga tergerak oleh keprihatinan sosial terhadap maraknya kasus pemuda yang terjerumus ke dalam lingkaran judi online hingga narkoba akibat dampak negatif media sosial. Ia pun bertekad merangkul mereka untuk produktif kembali lewat jalur pertanian.

Pada satu tahun pertama, Satria berjuang sendiri dengan mengajak dua orang pemuda setempat. Secara perlahan, ia berusaha mengubah pola pikir mereka tentang profesi petani. Langkahnya mendapat titik terang setelah berkonsultasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL), Pak Liswan.

Baca Juga  Peringati Hari Anak Nasional 2026, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Wujudkan Kabupaten Ramah Anak

“Respons dari Pak Liswan sangat positif. Beliau langsung datang membantu membentuk kelompok kami hingga akhirnya kami resmi terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan),” jelasnya.

Meski saat ini alat pertanian yang digunakan oleh kelompoknya sebagian besar masih manual, Satria sudah menatap masa depan pertanian desa dengan visi yang futuristik.

“Harapan ke depan, konsep pertanian modern yang kami rancang bisa berjalan sepenuhnya. Kami ingin menerapkan sistem pertanian berbasis digitalisasi dan serba otomatis, di mana teknologi internet (Internet of Things) yang akan bermain dan mengendalikan sistem di lahan kami,” tutup Satria. (BAGAS ABADI)

Berita Terkait

Amankan 10 Sepeda Motor Hasil Kejahatan, Diserahkan kepada Pemiliknya Gratis
Beraksi 15 Kali Pelaku Penipuan dan Penggelapan Diamankan
DPD Golkar Kabupaten Tangerang Santuni Puluhan Anak Yatim
Erupsi beruntun, Badan Geologi Larang Warga Dekati Anak Krakatau
MUI Serukan Shalat Istisqa Untuk Mohon Hujan, Bantu Atasi Karhutla
Operasi Sarang Narkoba Polisi Periksa Pengunjung Tempat Hiburan Malam
Lapas Brebes, Musholla Darul Amanah, dan Pelajaran tentang Kebaikan
BKSDA Kaltim Pastikan Perawatan Medis Bagi Bayi Orangutan

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Amankan 10 Sepeda Motor Hasil Kejahatan, Diserahkan kepada Pemiliknya Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Beraksi 15 Kali Pelaku Penipuan dan Penggelapan Diamankan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:16 WIB

DPD Golkar Kabupaten Tangerang Santuni Puluhan Anak Yatim

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Erupsi beruntun, Badan Geologi Larang Warga Dekati Anak Krakatau

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:48 WIB

MUI Serukan Shalat Istisqa Untuk Mohon Hujan, Bantu Atasi Karhutla

Berita Terbaru

Berita

Beraksi 15 Kali Pelaku Penipuan dan Penggelapan Diamankan

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:57 WIB

Berita

DPD Golkar Kabupaten Tangerang Santuni Puluhan Anak Yatim

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:16 WIB