Banjir Rendam Kawasan Cisereh, Air Diduga Tercemar Limbah Oli PT. ACML, DPC Lembaga Satu Bumi Satu Negri Kabupaten Tangerang, Ilham Candra Prima Desak Pemerintah Beri Tindakan Tegas

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Rendam Kawasan Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang

TANGERANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan kawasan Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, kembali terendam banjir pada Januari 2026.

Namun, banjir kali ini memicu keresahan warga karena kondisi air yang berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan aroma menyengat, diduga akibat bercampur dengan limbah oli yang diduga berasal dari PT.ACML yang berada di kampung jambu RT.009 RW.003 Desa cisereh Kecamatan Tigaraksa.

Baca Juga  Bupati Tangerang Apresiasi Program Sekokah BERHATI Sinarmas Land

Berdasarkan pantauan di lapangan pada 23 Januari 2026, ketinggian air di beberapa titik pemukiman dan akses jalan mencapai 40 hingga 60 sentimeter.

Genangan air yang berminyak menyulitkan mobilitas warga dan menimbulkan ke khawatiran akan dampak kesehatan jangka panjang, seperti penyakit kulit dan kontaminasi air bersih.

Menanggapi fenomena ini, Lembaga Satu Bumi Satu Negeri, Ilham Candra Prima yang akrab disapa bung Keong Candra , angkat bicara dan memberikan peringatan keras kepada pihak terkait. Ketua Lembaga Satu Bumi Satu Negri (LSBSN) menyatakan bahwa kejadian ini bukan sekedar bencana alam akibat luapan sungai, melainkan indikasi adanya pelanggaran serius dalam pengelolaan limbah industri.

Baca Juga  BRI Kanca Tangerang Merdeka Gelar Pertandingan PlayStation dalam Ajang BRILIAN SPORTARTCULAR 2025

“Banjir yang bercampur oli ini adalah bukti nyata kegagalan pengawasan lingkungan di kawasan industri Cisereh. Limbah B3 yang hanyut terbawa banjir sangat berbahaya bagi ekosistem dan kesehatan warga,” tegas Keong Candra

Lembaga Satu Bumi Satu Negri mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang untuk segera turun ke lokasi guna mengambil sampel air dan menginvestigasi sumber kebocoran oli tersebut. Mereka juga menuntut sanksi tegas bagi perusahaan yang terbukti lalai dalam mengelola limbahnya, terlebih di tengah status tanggap darurat bencana yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Baca Juga  LSBSN: Jangan Persulit Lansia dan Anak Yatim, Evaluasi Teknis BST Tangerang

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya menyelamatkan barang-barang berharga sambil berharap air segera surut dan pihak berwenang segera menangani pencemaran limbah tersebut agar tidak meluas ke area pertanian.

(bagas)

Berita Terkait

Bunda PAUD Kabupaten Tangerang Dorong Pemenuhan Gizi Anak Melalui Program PMT di Satuan PAUD
Pilkades Serentak 2027, Pemkab Tangerang Tengah Siapkan Regulasi
Polsek Curug Hadir di Perempatan Pondok Bambu, Pastikan Arus Lalu Lintas Pagi Lancar
Amankan 10 Sepeda Motor Hasil Kejahatan, Diserahkan kepada Pemiliknya Gratis
Beraksi 15 Kali Pelaku Penipuan dan Penggelapan Diamankan
DPD Golkar Kabupaten Tangerang Santuni Puluhan Anak Yatim
Erupsi beruntun, Badan Geologi Larang Warga Dekati Anak Krakatau
MUI Serukan Shalat Istisqa Untuk Mohon Hujan, Bantu Atasi Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Bunda PAUD Kabupaten Tangerang Dorong Pemenuhan Gizi Anak Melalui Program PMT di Satuan PAUD

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Pilkades Serentak 2027, Pemkab Tangerang Tengah Siapkan Regulasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Polsek Curug Hadir di Perempatan Pondok Bambu, Pastikan Arus Lalu Lintas Pagi Lancar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Amankan 10 Sepeda Motor Hasil Kejahatan, Diserahkan kepada Pemiliknya Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Beraksi 15 Kali Pelaku Penipuan dan Penggelapan Diamankan

Berita Terbaru

Berita

Beraksi 15 Kali Pelaku Penipuan dan Penggelapan Diamankan

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:57 WIB