lensabumi.com – China kemungkinan mulai beralih mendukung Iran dengan memberikan bantuan finansial, suku cadang pengganti, dan komponen terkait rudal, CNN melaporkan pada Jumat (6/3).
Mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah itu, laporan tersebut menyebutkan Beijing sejauh ini menghindari keterlibatan langsung dalam konflik antara Iran dan AS-Israel, tetapi para pejabat AS memantau tanda-tanda bahwa posisi China mungkin berubah.
China adalah pembeli utama minyak mentah Iran dan secara terpisah telah mendesak Teheran untuk memastikan navigasi yang aman melalui Selat Hormuz bagi kapal komersial, sebut laporan itu.
Seorang sumber intelijen mengatakan kepada CNN bahwa China sangat berhati-hati memberikan dukungan karena konflik tersebut bisa mengancam ketahanan energinya.
CNN juga melaporkan bahwa Rusia diduga telah berbagi citra satelit dan intelijen penargetan lainnya dengan Iran, termasuk data mengenai posisi dan pergerakan pasukan AS. Badan Intelijen Pusat (CIA) menolak mengomentari laporan tersebut.
Pekan lalu, enam tentara AS tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan drone Iran di Kuwait.
Iran telah meluncurkan ribuan drone serang dan ratusan rudal ke fasilitas militer AS, kedutaan besar, dan sasaran sipil, sementara serangan AS dan Israel menghantam lebih dari 2.000 lokasi di Iran.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam sejak AS-Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu, yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, dan sejumlah pejabat militer senior.
Iran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh kawasan, serta beberapa kota di Israel. Serangan tersebut terus meningkat.
Sumber: Anadolu






