Benteng Hijau untuk Randusanga Kulon, 3.700 Mangrove Ditanam Cegah Abrasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanaman ribuan pohon mangrove di desa randusanga, Brebes. Foto:ist

Penanaman ribuan pohon mangrove di desa randusanga, Brebes. Foto:ist

Brebes, Lensabumi.com – Sebanyak 3.700 bibit mangrove ditanam di pesisir Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes. Penanaman mangrove tersebut menjadi upaya nyata membangun benteng hijau untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi yang selama ini menggerus lahan tambak dan permukiman masyarakat, Jumat (5/6/2026).

 

Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu melibatkan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes, Komandan POS TNI AL Kluwut Kabupaten Brebes, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V, Cabang Dinas Kelautan Wilayah Barat Provinsi Jawa Tengah, pemerintah desa, serta berbagai elemen masyarakat.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes Mochamad Sodiq mengatakan, tingkat abrasi di Randusanga Kulon saat ini sudah cukup tinggi sehingga diperlukan langkah konkret untuk mengurangi dampaknya. Salah satunya melalui penanaman mangrove yang berfungsi sebagai pelindung alami kawasan pesisir.

 

“Tingkat abrasi sudah tinggi, maka kita hari ini mencoba menanam 3.700 mangrove. Harapannya bisa hidup dan tumbuh semuanya sehingga wilayah Desa Randusanga Kulon abrasinya bisa dicegah,” ujarnya.

Baca Juga  Panic Button di Lapas Brebes Kurangi Keterlambatan Penanganan WBP Sakit

 

Menurut Sodiq, penanaman mangrove merupakan bagian dari komitmen menjaga lingkungan dan keberlanjutan kawasan pesisir. Ia mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan penghijauan dengan menanam pohon di lingkungan masing-masing.

 

“Terkait Hari Lingkungan Hidup Sedunia, mari kita peduli terhadap lingkungan. Paling tidak satu orang menanam satu pohon, baik di pekarangan rumah maupun di kawasan pesisir dan hutan mangrove,” ajaknya.

 

Kepala Desa Randusanga Kulon Afan Setiono mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Brebes, organisasi perangkat daerah, hingga Cabang Dinas Kehutanan dan Kelautan Wilayah Barat Provinsi Jawa Tengah yang terus memberikan perhatian terhadap persoalan abrasi di wilayahnya.

 

Ia menjelaskan, abrasi telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat dan pada periode tertentu air laut kerap menggenangi permukiman warga.

Baca Juga  Lantik 156 ASN,  Bupati Paramitha Ingatkan Pentingnya Pelayanan Publik Berkualitas

 

“Dengan adanya penanaman pohon mangrove ini, salah satu langkah pencegahan abrasi yang meluas di wilayah Desa Randusanga Kulon. Pohon mangrove sangat bagus untuk menahan laju ombak dari laut,” katanya.

 

Afan menuturkan, saat terjadi fenomena pasang air laut atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai peteruhan, empat wilayah RW kerap tergenang. Bahkan, air laut dapat masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian sekitar satu meter.

 

Karena itu, lanjutnya, penanaman mangrove perlu terus digelorakan. Selain berfungsi melindungi pantai, mangrove juga mampu meningkatkan sedimentasi yang berdampak positif bagi keberlanjutan tambak dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

 

Sebagai bentuk dukungan, masyarakat yang memiliki tambak mulai menanam propagul mangrove secara mandiri. Program tersebut akan diperluas setelah memasuki masa panen propagul pada Juli mendatang, sekaligus menjadi upaya pelestarian yang melibatkan warga secara langsung.

Baca Juga  Dua Gol Kylian Mbappe Antar Prancis Tundukkan Irak 3-0

 

“Kami juga akan melakukan perlindungan terhadap mangrove yang ditanam masyarakat karena manfaatnya sangat besar untuk mencegah abrasi di wilayah Randusanga Kulon,” tegas Afan.

 

Sementara itu, Perwakilan Cabang Dinas Kelautan (CDK) Wilayah Barat Provinsi Jawa Tengah Adi Purwanto menegaskan, komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendukung pelestarian kawasan pesisir di Brebes. Bahkan, pihaknya menargetkan penanaman tambahan sebanyak 5.000 batang mangrove pada tahun depan.

 

“Kami sangat mendukung program-program agar wilayah pesisir tetap lestari dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ke depan kami upayakan ada penanaman 5.000 batang mangrove lagi serta dukungan terhadap penetapan kawasan konservasi,” ujarnya.

 

Adi berharap, penguatan ekosistem mangrove dapat melindungi kawasan budidaya tambak dari ancaman abrasi. Dengan demikian, masyarakat pesisir tetap dapat mempertahankan mata pencaharian mereka sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

Bupati Tangerang Resmikan Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati
Polresta Tangerang Ringkus Pelaku Curas di Tigaraksa, Penadah Motor Hasil Rampasan Diburu
Polsek Kronjo Pastikan Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan Secara Profesional dan Objektif
Expose Capaian Indeks Tertinggi, Desa Pasir Barat Raih Prestasi Gemilang
Lapas Brebes Ikuti Penguatan Pengawasan Internal, Irjen IMIPAS Tekankan Pencegahan Fraud
Jadikan Madrasah Cahaya Bangsa, Kemenag Kabupaten Tangerang Launching MLC
Peternakan Sapi Perah Terbesar di ASEAN Dibangun, Warga Brebes Bersiap Nikmati Peluang Ekonomi Baru 
Pihak Perusahaan Minta APH Ambil Langkah Tegas Jika Ada Pendemo Anarkis di PEMI AW

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:57 WIB

Bupati Tangerang Resmikan Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:30 WIB

Polresta Tangerang Ringkus Pelaku Curas di Tigaraksa, Penadah Motor Hasil Rampasan Diburu

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:40 WIB

Polsek Kronjo Pastikan Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan Secara Profesional dan Objektif

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:48 WIB

Expose Capaian Indeks Tertinggi, Desa Pasir Barat Raih Prestasi Gemilang

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:05 WIB

Jadikan Madrasah Cahaya Bangsa, Kemenag Kabupaten Tangerang Launching MLC

Berita Terbaru