Menteri PPPA Minta Warga Lapor Jika Mengetahui Anak Terpapar Judol

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Lensabumi.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif melaporkan segala bentuk indikasi eksploitasi atau aktivitas digital yang membahayakan anak, termasuk judi online.

“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pengaduan resmi melalui Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 atau melalui WhatsApp di nomor 08111-129-129,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Jumat (12/6).

Upaya ini penting mengingat paparan judi online dapat merusak realitas hidup anak Indonesia.

Baca Juga  BRI Kanca Balaraja Lakukan Maintenance Layanan dan Salurkan Pinjaman untuk Dukung Usaha Limbah di Tigaraksa

“Di lapangan, jeratan judi online terbukti memicu gangguan mental hingga kecanduan ekstrem, penurunan drastis prestasi akademik akibat hilangnya fokus belajar, hingga memicu perilaku kriminal sekunder,” kata Arifah Fauzi.

Kemudian, anak-anak yang terjebak bahkan bisa nekat melakukan pencurian uang orang tua, berbohong, melakukan penipuan digital di lingkungan pertemanan, hingga terlibat pinjaman online (pinjol) ilegal demi memenuhi taruhan judi online berikutnya.

Arifah Fauzi mengatakan bahwa melindungi anak dari paparan judi online kini menjadi urgensi nasional yang setara pentingnya dengan mencegah mereka dari konten negatif lain, seperti game online adiktif dan pornografi.

Baca Juga  Baznas Tangsel Salurkan Bantuan ke Aceh,

Ketiganya merupakan ancaman selevel yang mengeksploitasi dopamin anak dan merusak fungsi otak depan (prefrontal cortex) yang mengatur kendali emosi serta pengambilan keputusan.

“Jika pornografi merusak moral dan gim adiktif menyita waktu produktif, judi online menyempurnakannya dengan kehancuran finansial dan sosial sejak dini,” Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Dalam upaya menekan angka keterpaparan judi online yang sudah mencapai angka 200.000 anak, Kementerian Komunikasi dan Digital telah secara aktif melakukan pemutusan akses terhadap konten yang terindikasi judi online.

Sementara itu, KemenPPPA tengah mengakselerasi implementasi Peraturan Presiden tentang Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring (PARD) sebagai arah kebijakan nasional dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan ramah anak.

Berita Terkait

Situasi Kondusif, Patroli Gabungan TNI-Polri Kawal Kepulangan Massa di Karawaci
DPD PDI-P Banten Gita Swarantika Sukses Selenggarakan Festival Wisata Kuliner Bulan Bung Karno 2026
1.297 Pasangan mendaftar di Sidang Isbath Nikah Terpadu Dalam Rangka HUT Ke-394 Kabupaten Tangerang
Ungkap Kronologi Pembunuhan Kadus di Mrebet
Polresta Tangerang Berhasil Tangkap Sopir Penabrak Tokoh Pramuka Kak Herman
Raih WTP Ketujuh, Brebes Jaga Kepercayaan Publik Lewat Tata Kelola Keuangan
Pilih Fokus Sebagai Ketua Fraksi DPRD Provinsi Banten. H. Mohammad Nur Kholis Mundur Sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang.
Menkop Minta Tambahan Rp1,34 triliun Dukung 80 Ribu Kopdes Merah Putih

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:58 WIB

Situasi Kondusif, Patroli Gabungan TNI-Polri Kawal Kepulangan Massa di Karawaci

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:20 WIB

DPD PDI-P Banten Gita Swarantika Sukses Selenggarakan Festival Wisata Kuliner Bulan Bung Karno 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:04 WIB

1.297 Pasangan mendaftar di Sidang Isbath Nikah Terpadu Dalam Rangka HUT Ke-394 Kabupaten Tangerang

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:42 WIB

Menteri PPPA Minta Warga Lapor Jika Mengetahui Anak Terpapar Judol

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:24 WIB

Ungkap Kronologi Pembunuhan Kadus di Mrebet

Berita Terbaru

Berita

Ungkap Kronologi Pembunuhan Kadus di Mrebet

Jumat, 12 Jun 2026 - 14:24 WIB