Anak Dibawah Umur di Kosambi Tangerang Diduga Jadi Korban Pencabulan

Selasa, 18 November 2025 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Salah seorang warga Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang anak dibawah umur (14), sebut saja Melati (Nama Samaran) diduga menjadi korban persetubuhan atau pencabulan.

Melati menceritakan, pelecehan seksul itu bermula saat dirinya diajak teman sekolahnya Santi (Nama Samatan) untuk makan Seafood pada bulan Juni 2023. Sesampainya ditempat makan, ada seorang laki-laki dengan nama panggilan Koko yang merupakan kenalan Santi.

“Nah habis selesai makan kan itu jalan pulang, terus si Santi Ngechat saya. “Mel si koko suka sama luh, dia mau berhubungan seks sama luh’. Terus saya sempat ada penolakan. Ngga lama dari itu si Koko ngchat saya ‘Mel apakah kamu mau berhubungan seks dengan saya?’ Saya disitu melakukan penolakan, terus balik kan kerumah si Santi, Santi ngomong kyak ngancem, Mel si koko udah gw bilang, luh pokoknya harus mau soalnya dia juga lagi dijalan, terus saya bilang ngga mau gitu, udah tuh, pas itu saya balik kerumah,” ungkapnya saat diminta keterangan.

Baca Juga  200 Kader PDI P Brebes Dibidik Jadi Ketua PAC, Seleksi Secara Daring

Setelah itu, lanjut Melati, Santi mengajak dirinya keluar rumah untuk main ke kosannya. Sebelum sampai di Kosan, Melati sempat mampir ke minimarket untuk jajan terlebih dahulu minuman kemasan Teh Pucuk.

“Nah Teh Pucuknya tu ngga langsung saya pegang dari dia (Santi), terus Pas sampai kosannya saya dikasih teh pucuk itu, saya kan percaya aja sama dia gitu. Pas saya minum saya ngga sadarkan diri, pas selesai-selesainya tuh saya dikasih video, videonya saya tuh berhubungan sama si Koko. Nah dia translet kesaya, dia ngomong gini, kalau kamu ngomong ke orang lain ini video akan saya sebar, jadi takut. Kan disitu posisinya masih pusing,” ujar Melati.

Baca Juga  Kota Tangerang Masih Status Waspada Potensi Hujan Lebat

Melati menerangkan, saat sadar dari tidur, tubuhnya dalam keadaan kondisi telanjang tanpa busana yang ditutupi oleh selimut.

“Iya dilecehkan, itu semua kesorot, posisinya udah telanjang semua. Pas sadar itu saya posisinya pake selimut, terus langsung ganti baju ke kamar mandi nangis-nangis, karena berdarah. Saya juga sempat jatuh dikamar mandi karena efek pusing kan,” terangnya.

Melati mengaku, saat hendak pulang kerumah, Ia dikasih uang sebasar Rp.800 ribu oleh Santi dari total Rp.1,8 juta uang yang diberikan si hidung belang.

“Terus pas pulang itu saya dikasih uang sama Santi 800 ribu, dia cuma ngasih nih duit cuma 800 ribu, pas itu saya masih puyeng kepala saya,” pungkasnya.

Baca Juga  Jadwal Piala Liga Inggris: Tim-Tim Premier League Saling Berhadapan

Diketahui, kasus dugaan persetubuhan atau pencabulan anak tersebut sudah dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota pada bulan Desember Tahun 2024 lalu, dengan laporan polisi nomor: LP/B/1558/XI/2024/PMJ/Resto Tangerang Kota, Senin 30 Desember 2024.

Hingga saat ini, sudah hampir setahun kasus tersebut bergulir belum ada penetapan tersangka meski sudah naik ke tahap penyidikan sejak 15 April 2025 lalu.

Sementara itu, Ibu korban berharap Aparat Kepolisian dapat segera mengungkap kasus tersebut hingga menangkap pelaku dan diberikan hukuman penjara.

“Saya emaknya, anaknya saya perlu keadilan buat anak saya. Pelakunya biar dihukum sebarat-beratnya, saya minta bantuan sama Presiden juga, tegakan keadilan buat anak saya,” harapnya.

Hingga informasi ini ditayangkan, Siberkota.com terus menggali informasi lebih jauh

Berita Terkait

Albrian SH, Ketum Milenial Selatan Angkat Bicara Munculnya Salah Satu Kutipan Yang Di Duga Ditujukan Ke Zulhas
GMNI DESAK BUPATI TANGERANG TUTUP 126  DIDUGA HANYA KANTONGI IZIN RESTO, TAPI HIBURAN MALAM SUDAH BERJALAN
Puskesmas Tanjung Brebes Gelar Penyuluhan TBC Anak
Proyek Sekolah Rakyat Brebes Rp200 Miliar Tersendat Akses, SD Ditarget Rampung Juni 2026
Lapas Brebes Perkuat Integritas Lewat Deklarasi Zero Halinar
Gelar Bimtek, MUI Kabupaten Tangerang Harap Khitobah Inovatif serta Moderat dalam Berdakwah 
ALMAST Desak Pemkab Tangerang Segera Terbitkan Regulasi Penataan Kabel Optik yang Semrawut
Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Disesuaikan, Bahlil: Tergantung Minyak Dunia

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:59 WIB

Albrian SH, Ketum Milenial Selatan Angkat Bicara Munculnya Salah Satu Kutipan Yang Di Duga Ditujukan Ke Zulhas

Selasa, 21 April 2026 - 19:40 WIB

GMNI DESAK BUPATI TANGERANG TUTUP 126  DIDUGA HANYA KANTONGI IZIN RESTO, TAPI HIBURAN MALAM SUDAH BERJALAN

Selasa, 21 April 2026 - 17:25 WIB

Puskesmas Tanjung Brebes Gelar Penyuluhan TBC Anak

Selasa, 21 April 2026 - 17:20 WIB

Proyek Sekolah Rakyat Brebes Rp200 Miliar Tersendat Akses, SD Ditarget Rampung Juni 2026

Selasa, 21 April 2026 - 16:27 WIB

Lapas Brebes Perkuat Integritas Lewat Deklarasi Zero Halinar

Berita Terbaru

Kepala Puskesmas Tanjung, Hero Irawan (tengah), berfoto bersama peserta usai kegiatan penyuluhan Tuberkulosis (TBC) anak dalam rangka peringatan Hari Kartini di Aula Puskesmas Tanjung, Brebes, Selasa (21/4/2026). Foto: doc humas Puskes Tanjung

Daerah

Puskesmas Tanjung Brebes Gelar Penyuluhan TBC Anak

Selasa, 21 Apr 2026 - 17:25 WIB

Petugas Lapas Brebes menandatangani ikrar deklarasi zero handphone, pungutan liar, dan narkoba (halinar) di Aula Dr. Sahardjo Lapas Brebes, Selasa (21/4/2026). Foto: doc humas

Daerah

Lapas Brebes Perkuat Integritas Lewat Deklarasi Zero Halinar

Selasa, 21 Apr 2026 - 16:27 WIB