Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangsel, Lensabumi.com – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai memberikan dampak hingga wilayah Tangerang Selatan. Sejumlah warga melaporkan adanya debu atau abu vulkanik yang menempel pada kendaraan, halaman rumah, hingga sejumlah permukaan di lingkungan permukiman pada Minggu (6/9/2026).

Kawasan Bintaro dan Pondok Cabe menjadi sejumlah wilayah Tangerang Selatan yang dilaporkan merasakan dampak sebaran abu vulkanik. Warga mendapati material berwarna gelap menempel pada kendaraan dan permukaan rumah.

Kondisi tersebut terjadi setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau meningkat. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Pada 5 September 2026, gunung api tersebut mengalami erupsi menerus yang disertai suara gemuruh dan menghasilkan abu vulkanik.

Baca Juga  BRI BO Serang Gelar Pertemuan dengan Kodim, Bahas Penguatan Koperasi Merah Putih

Sebaran abu kemudian terbawa angin menuju sejumlah wilayah di Banten dan Jawa Barat. Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 serta data PVMBG dan VAAC Darwin, material abu vulkanik teridentifikasi bergerak ke sejumlah wilayah, termasuk Banten dan kawasan sekitar Jakarta.

Di Tangerang Selatan, laporan mengenai abu vulkanik juga muncul dari warga. Laporan dari kawasan Pondok Cabe menyebut abu terlihat menempel di kendaraan dan halaman rumah. Kondisi serupa juga dilaporkan dari kawasan Bintaro.

Baca Juga  Lapas Brebes Gandeng Puskesmas Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi Warga Binaan

Fenomena tersebut membuat sebagian warga memilih lebih berhati-hati dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Warga Diminta Menggunakan Masker

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik diimbau meningkatkan kewaspadaan. BMKG meminta warga melindungi mata, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kondisi sebaran abu semakin terasa.

Baca Juga  'Cahaya Keberkahan'  Jelang Idul Fitri Media Lensa Bumi Santuni Puluhan Anak Yatim ‎

Abu vulkanik juga perlu diwaspadai karena partikelnya berbeda dengan debu biasa. Material tersebut dapat menempel pada permukaan kendaraan dan apabila dibersihkan secara sembarangan berpotensi menimbulkan goresan karena sifat partikelnya yang kasar.

Warga juga disarankan tidak mengucek mata apabila terkena abu. Jika abu masuk ke mata, pembilasan dengan air bersih menjadi langkah yang lebih aman.

Berita Terkait

BRIN Ungkap 9 Jenis Mangrove Dari Aceh Berpotensi Sebagai Tanaman Obat
BNNP Jateng Perkuat Petompon Relawan Antinarkoba Disiapkan Zero Prevalensi Jadi Target
BNNP Jateng dan Pemkot Salatiga Bersinergi Menuju Zero Prevalensi 2045
Ribuan Santri Peringati Hari Santri Di Kantor Wali Kota Jakarta Utara
HSN 2026, Bupati berpesan santri harus jadi pelopor
Bunda PAUD Kabupaten Tangerang Dorong Pemenuhan Gizi Anak Melalui Program PMT di Satuan PAUD
Pilkades Serentak 2027, Pemkab Tangerang Tengah Siapkan Regulasi
Polsek Curug Hadir di Perempatan Pondok Bambu, Pastikan Arus Lalu Lintas Pagi Lancar

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

BRIN Ungkap 9 Jenis Mangrove Dari Aceh Berpotensi Sebagai Tanaman Obat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:04 WIB

BNNP Jateng Perkuat Petompon Relawan Antinarkoba Disiapkan Zero Prevalensi Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:28 WIB

BNNP Jateng dan Pemkot Salatiga Bersinergi Menuju Zero Prevalensi 2045

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Ribuan Santri Peringati Hari Santri Di Kantor Wali Kota Jakarta Utara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Bunda PAUD Kabupaten Tangerang Dorong Pemenuhan Gizi Anak Melalui Program PMT di Satuan PAUD

Berita Terbaru