CORE Nilai Faktor Cuaca Dan Logistik Picu Fluktuasi Harga Cabai

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Lensabumi.com – Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian menilai fluktuasi harga cabai dalam beberapa hari terakhir dipicu kombinasi cuaca ekstrem dan membengkaknya biaya logistik distribusi hortikultura.

Ia mengatakan curah hujan tinggi di sejumlah sentra produksi utama menyebabkan kelembapan meningkat sehingga memicu serangan hama dan penyakit tanaman.

“Kenaikan harga cabai utamanya dipicu oleh anomali cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi di berbagai wilayah sentra produksi utama,” kata Eliza pada Jumat (5/6/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan pembusukan tanaman sehingga volume dan kualitas hasil panen menurun tajam di tingkat petani.

Baca Juga  Karyawan Peternakan di Brebes Curi Empat Sapi Milik Majikan, Raup Rp121 Juta

Selain gangguan produksi, tekanan harga juga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idul Adha.

“Kelangkaan pasokan ini kian diperparah oleh lonjakan permintaan masyarakat yang sangat tinggi untuk persiapan Idul Adha,” ujarnya.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan rata-rata harga cabai rawit merah sempat menembus Rp84.400 per kilogram (kg) pada Kamis (4/6) sebelum kembali turun ke kisaran Rp68.000 per kg pada Jumat.

Menurut Eliza, perubahan harga yang cepat tersebut mencerminkan tingginya sensitivitas komoditas hortikultura terhadap cuaca, distribusi, dan kondisi pasokan pasar.

Ia mengatakan persoalan distribusi turut memperbesar tekanan harga di tingkat konsumen meskipun harga bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi tidak mengalami kenaikan.

Baca Juga  Tak Terima Dengan Pemberitaan, Manajemen Ciputra Hospitals "Pundung" ‎

Lebih lanjut, ia menjelaskan tingginya kadar air membuat cabai menjadi lebih rentan membusuk selama pengiriman sehingga agen angkutan menaikkan tarif untuk menutup risiko penyusutan muatan.

Selain itu, lonjakan tarif sewa armada borongan menjelang hari besar serta kenaikan biaya operasional non-BBM seperti tarif tol dan suku cadang ikut meningkatkan biaya distribusi.

“Biaya logistik dan distribusi ke pasar induk ikut membengkak meskipun harga BBM solar bersubsidi tidak mengalami kenaikan,” ungkap Eliza.

Menurut dia, kenaikan biaya distribusi akhirnya ditransmisikan ke harga jual cabai di tingkat konsumen.

Baca Juga  Mensesneg Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla

Eliza menyebutkan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kelompok transportasi menyumbang andil inflasi sebesar 0,07 persen pada Mei 2026 mencerminkan adanya indikasi pembengkakan biaya logistik di lapangan, terutama pada komoditas pangan yang cepat rusak seperti cabai.

Selain cabai, ia menilai pemerintah juga perlu mewaspadai pergerakan harga bawang merah dan tomat karena memiliki karakteristik perishable atau cepat busuk yang serupa.

Menurut dia, komoditas hortikultura memiliki tingkat sensitivitas tinggi terhadap cuaca dan gangguan distribusi sehingga fluktuasi harga dapat terjadi dalam waktu singkat.

“Komoditas hortikultura sangat sensitif terhadap cuaca dan gangguan distribusi,” tuturnya.

Berita Terkait

RSUD Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Layanan Code Stroke, Jantung dan PONEK
Lapas Brebes Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 23 Perkara di Kejari
Ketum Mursalin Apresiasi Langkah Bupati Maesyal Rasyid Gelar Nobar Piala AFF Bersama Masyarakat
Kemensos Jatuhi Hukuman Berat Ke 620 Pegawai Karena Kasus Judol
RDP Bersama DPRD dan Warga Cirarab, BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan
Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD
Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD
DPRD Kabupaten Tangerang Gelar Rapat Paripurna Jawaban Bupati Atas Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda APBD 2027

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:12 WIB

RSUD Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Layanan Code Stroke, Jantung dan PONEK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Lapas Brebes Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 23 Perkara di Kejari

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Ketum Mursalin Apresiasi Langkah Bupati Maesyal Rasyid Gelar Nobar Piala AFF Bersama Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Kemensos Jatuhi Hukuman Berat Ke 620 Pegawai Karena Kasus Judol

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:05 WIB

RDP Bersama DPRD dan Warga Cirarab, BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan

Berita Terbaru