FIFA Perkenalkan FIFA Peace Prize Yang Mulai Diberikan Desember 2025

Kamis, 6 November 2025 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memperkenalkan “FIFA Peace Prize-Football Unites the World”, penghargaan FIFA bagi individu yang dianggap berjasa dalam menjaga perdamaian dan persatuan melalui sepak bola, yang mulai diberikan pada Desember 2025.

“Sepak bola selalu tentang perdamaian. Maka FIFA atas nama seluruh komunitas sepak bola global memberikan FIFA Peace Prize-Football Unites the World sebagai bentuk pengakuan terhadap upaya keras dari individu-individu yang menyatukan manusia dan membawa harapan untuk generasi mendatang,” kata Presiden FIFA Gianni Infantino, dikutip dari laman FIFA Kamis (6/11/2025).

Baca Juga  Bendungan Budong-Budong Rampung 63,11%, Siap Dukung Swasembada Pangan

FIFA Peace Prize-Football Unites the World akan diberikan pada 5 Desember 2025 di Washington DC, Amerika Serikat, bersamaan dengan pengundian Piala Dunia 2026.

Infantino menegaskan, apresiasi tinggi perlu diberikan kepada sosok-sosok yang menentang arus ketidakstabilan dan perpecahan dunia melalui sepak bola.

Bagi FIFA, sepak bola berdiri atas motivasi supaya setiap orang di dunia dapat hidup dalam persaudaraan dan bebas dari rasa takut.

Baca Juga  Minggu Ketiga, SMSI Tangsel Bagikan Seratus Paket Takjil Untuk Ojol dan Pengguna Jalan Depan Balaikota Tangsel

Dalam pernyataannya, FIFA menegaskan bahwa individu yang mendapatkan penghargaan tersebut harus memiliki sikap dan tindakan yang selaras dengan moto FIFA “Football Unites the World” atau “Sepak Bola Menyatukan Dunia”.

Penerima penghargaan FIFA Prize, FIFA menekankan, dianggap dapat membentuk ekosistem yang kondusif bagi perempuan dan laki-laki baik anak-anak hingga orang dewasa melalui sepak bola, dalam kehidupan yang penuh semangat, kegembiraan, harapan serta kebahagiaan.

Baca Juga  Nekat Terjang Banjir di Jalan Provinsi Jatibarang-Ketanggungan, Sejumlah Sepeda Motor Mogok

“Sangat penting untuk mengakui kontribusi luar biasa dari mereka yang bekerja keras untuk mengakhiri konflik dan mempersatukan orang-orang dalam semangat perdamaian,” tutur Infantino.

Berita Terkait

Krakatau: Sejarah Letusan 1883, Tsunami 2018, dan Siaga Erupsi 2026
Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Legislator PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Bagikan Ribuan Masker Kepada Pengguna Jalan
Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan
Rumah di Pesantunan Brebes Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Tim Basket Putra Maksimalkan Kesempatan Ikuti Asian Games 2026
Seminar “Mentalitas Rajawali” di Lapas Brebes, WBP Diajak Bangkit dan Berubah
Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan
Jaga Keselamatan Warga, KemenPU Ganti Jembatan Apung Sungai Wulan dengan Jembatan Gantung

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:41 WIB

Krakatau: Sejarah Letusan 1883, Tsunami 2018, dan Siaga Erupsi 2026

Minggu, 6 September 2026 - 19:19 WIB

Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Legislator PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Bagikan Ribuan Masker Kepada Pengguna Jalan

Minggu, 6 September 2026 - 14:22 WIB

Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 09:36 WIB

Rumah di Pesantunan Brebes Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:23 WIB

Seminar “Mentalitas Rajawali” di Lapas Brebes, WBP Diajak Bangkit dan Berubah

Berita Terbaru