Gempa Filipina: Sedikitnya Delapan Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 05:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Sedikitnya delapan orang tewas di Filipina setelah dua gempa dahsyat mengguncang wilayah selatan negara itu dengan selang waktu beberapa jam pada Jumat (10/10).

Gempa kedua dengan magnitudo 6,7 mengguncang lepas pantai wilayah Mindanao selatan, hanya beberapa jam setelah gempa magnitudo 7,4 melanda lokasi yang sama, sehingga memicu peringatan tsunami dan evakuasi warga pesisir.

Baca Juga  Kabupaten Tangerang Raih Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman RI

Permukaan laut di lepas pantai Kota Bislig dan Kota Tandag di Surigao del Sur belum mencatat gelombang tsunami yang signifikan.

“Dengan ini, dampak peringatan tsunami sebagian besar telah berlalu,” dan oleh karena itu, semua peringatan tsunami yang dikeluarkan telah dibatalkan, kata Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) dalam pernyataannya.

Gempa magnitudo 6,7 itu terjadi pukul 11.12 GMT (18.12 WIB), 23 kilometer (km) tenggara kota Santiago, pada kedalaman 61,2 km, menurut Survei Geologi AS (USGS).

Baca Juga  Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Brebes Salurkan 105.000 Benih Kakap Putih untuk Pokdakan

Sementara menurut Phivolcs, gempa itu terjadi pukul 19.12 waktu setempat dengan kekuatan magnitudo 6,8 pada kedalaman 37 km.

Di Kota Mati, pusat kota terbesar di dekat episentrum gempa, satu orang tewas akibat runtuhnya tembok, kata pejabat bencana kota Charlemagne Bagasol, menurut Inquirer. Tiga orang meninggal akibat serangan jantung dan seorang lainnya tertimpa reruntuhan bangunan di Kota Davao.

Baca Juga  Dinilai Kurang Baik Dalam Melayani Masyarakat, DPRD Komisi II Soroti Kinerja RS Ciputra Hospitals

Sumber: Anadolu

Berita Terkait

Krakatau: Sejarah Letusan 1883, Tsunami 2018, dan Siaga Erupsi 2026
Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Legislator PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Bagikan Ribuan Masker Kepada Pengguna Jalan
Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan
Rumah di Pesantunan Brebes Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Tim Basket Putra Maksimalkan Kesempatan Ikuti Asian Games 2026
Seminar “Mentalitas Rajawali” di Lapas Brebes, WBP Diajak Bangkit dan Berubah
Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan
Jaga Keselamatan Warga, KemenPU Ganti Jembatan Apung Sungai Wulan dengan Jembatan Gantung

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:41 WIB

Krakatau: Sejarah Letusan 1883, Tsunami 2018, dan Siaga Erupsi 2026

Minggu, 6 September 2026 - 19:19 WIB

Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Legislator PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Bagikan Ribuan Masker Kepada Pengguna Jalan

Minggu, 6 September 2026 - 14:22 WIB

Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 09:36 WIB

Rumah di Pesantunan Brebes Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:23 WIB

Seminar “Mentalitas Rajawali” di Lapas Brebes, WBP Diajak Bangkit dan Berubah

Berita Terbaru