Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi Pada 1 Oktober 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbar, Lensabumi.com – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada 1 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB dengan aktivitas letusan terekam pada seismograf meski kolom abu tidak teramati secara visual.

“Rekaman seismik menunjukkan adanya aktivitas letusan, namun kondisi puncak yang tertutup awan membuat perkembangan kolom erupsi belum bisa terlihat dari pengamatan langsung,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi di Bukittinggi, Kamis (1/7).

Ia menyebut erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 19,5 milimeter dengan durasi gempa letusan sekitar 27 detik.

Baca Juga  Rusia rancang resolusi DK PBB demi dorong gencatan senjata di Timteng

Ia menyatakan sebaran abu vulkanik terpantau mengarah ke bagian selatan Gunung Marapi, yakni wilayah Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar.

PGA Marapi mencatat erupsi tersebut merupakan kejadian erupsi ke-63 sepanjang 2026.

Ia mengatakan Gunung Marapi hingga saat ini masih berstatus Level II (Waspada). Masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek yang menjadi pusat erupsi.

Baca Juga  BRI Jakarta Kalideres Gelar Kegiatan Sportakuler Olahraga Mini Soccer, Perkuat Kebersamaan dan Semangat Kerja

“Masyarakat dan wisatawan diminta tetap memperhatikan ketentuan keselamatan yang berlaku di kawasan Gunung Marapi serta menghindari area sekitar pusat aktivitas vulkanik,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, jalur aliran, dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak.

Ia mengimbau masyarakat agar menggunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut dari paparan abu vulkanik yang dapat memicu gangguan pernapasan, serta menggunakan pelindung mata dan kulit apabila terjadi hujan abu.

Baca Juga  Respons Cepat Bencana Banjir, ‎Tim BAZNAS Tanggap Bencana, Salurkan Bantuan

Selain itu, ia meminta masyarakat untuk mengamankan persediaan air bersih dan membersihkan abu vulkanik yang menumpuk di atap rumah untuk mengurangi risiko kerusakan bangunan.

Ia menegaskan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah daerah.

Berita Terkait

DLHK Kabupaten Tangerang Pastikan Pengolahan Oli Bekas di Pasar Kemis Berizin Lengkap dan Sesuai Standa
Dorong Transparansi dan Partisipasi Publik, DPRD Kabupaten Tangerang Hadirkan JDIH E-Legislation
Sarmuji Jadi Menteri Perindustrian, Pamor Wicaksono: Bukti Kepercayaan Prabowo
Apartemen Lapas Dibongkar, Tanahnya Tetap Milik Pemkab Bogor
Dari 370 Warga Binaan Lapas Brebes, 231 Ber-KTP Kabupaten Brebes
Mursalin Apresiasi Kinerja Keras Dadan Gandana sebagai Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang yang Baru
Kebakaran di Joglo Jakbar, Warga Dengar Bunyi Ledakan Dari Usaha Mebel
Lulus Verifikasi ISO 9001:2015, MUI Berikan Kado Istimewa Untuk HUT Ke-394 Kabupaten Tangerang

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 05:21 WIB

DLHK Kabupaten Tangerang Pastikan Pengolahan Oli Bekas di Pasar Kemis Berizin Lengkap dan Sesuai Standa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Dorong Transparansi dan Partisipasi Publik, DPRD Kabupaten Tangerang Hadirkan JDIH E-Legislation

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi Pada 1 Oktober 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Sarmuji Jadi Menteri Perindustrian, Pamor Wicaksono: Bukti Kepercayaan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 - 16:54 WIB

Apartemen Lapas Dibongkar, Tanahnya Tetap Milik Pemkab Bogor

Berita Terbaru

Berita

Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi Pada 1 Oktober 2026

Kamis, 1 Okt 2026 - 19:17 WIB