BBPOM Serang temukan mie dan teri berformalin di Pasar Induk Rau

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lensabumi.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Serang menemukan tiga jenis bahan pangan yang positif mengandung zat berbahaya dalam inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Rau, Kota Serang, Banten.

Kepala BBPOM Serang, Fauzi Ferdiansyah, di Serang, Selasa (3/3) mengatakan pengawasan yang dilakukan bersama sejumlah instansi terkait ini menyasar 33 sampel makanan, guna memastikan keamanan konsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan.

“Dari 33 sampel yang diuji, terdapat tiga yang positif mengandung bahan berbahaya. Satu mie kuning positif formalin, kedua teri nasi positif formalin, dan ketiga kerupuk positif Rhodamine B atau pewarna tekstil,” ujar Fauzi.

Baca Juga  Dadan Hindayana Kepala BGN Dijemput Kejagung

Fauzi menjelaskan temuan tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan melakukan pembinaan kepada penjual serta penelusuran hingga ke tingkat produsen. Langkah ini diambil guna menghentikan distribusi barang berbahaya tersebut dari sumbernya.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam memilih menu sahur maupun berbuka puasa. Menurutnya, konsumsi zat kimia berbahaya dalam jangka panjang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius.

Baca Juga  Komitmen Polsek Tigaraksa Tindak Tegas Peredaran Obat Ilegal, Dya Pelaku Diamankan

“Bahayanya bisa berupa reaksi alergi, gangguan pencernaan, hingga kerusakan organ hati dan ginjal. Bahkan, zat berbahaya yang terakumulasi di dalam tubuh dapat memicu pertumbuhan sel kanker,” tuturnya.

Meskipun masih ditemukan pelanggaran, Fauzi mencatat adanya tren perbaikan kualitas keamanan pangan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya terlihat pada komoditas cincau yang tahun ini seluruh sampel dinyatakan negatif zat berbahaya.

Baca Juga  Rekomendasi Wisata Ramah Anak untuk Liburan Akhir Tahun 2025

Selain pangan olahan, pengawasan yang melibatkan Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan ini juga memeriksa komoditas sayur-sayuran, daging, usus ayam, hingga beras.

Hasil pengujian menunjukkan seluruh komoditas tersebut bebas dari klorin maupun residu berbahaya lainnya.

“Tahun ini kondisinya sudah lebih baik dan jumlah temuan menurun dibandingkan periode sebelumnya. Kami berharap kesadaran produsen dan pedagang terus meningkat ke depannya,” kata Fauzi.

 

Berita Terkait

Bunda PAUD Kabupaten Tangerang Dorong Pemenuhan Gizi Anak Melalui Program PMT di Satuan PAUD
Pilkades Serentak 2027, Pemkab Tangerang Tengah Siapkan Regulasi
Polsek Curug Hadir di Perempatan Pondok Bambu, Pastikan Arus Lalu Lintas Pagi Lancar
Amankan 10 Sepeda Motor Hasil Kejahatan, Diserahkan kepada Pemiliknya Gratis
Beraksi 15 Kali Pelaku Penipuan dan Penggelapan Diamankan
DPD Golkar Kabupaten Tangerang Santuni Puluhan Anak Yatim
Erupsi beruntun, Badan Geologi Larang Warga Dekati Anak Krakatau
MUI Serukan Shalat Istisqa Untuk Mohon Hujan, Bantu Atasi Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Bunda PAUD Kabupaten Tangerang Dorong Pemenuhan Gizi Anak Melalui Program PMT di Satuan PAUD

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Pilkades Serentak 2027, Pemkab Tangerang Tengah Siapkan Regulasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Polsek Curug Hadir di Perempatan Pondok Bambu, Pastikan Arus Lalu Lintas Pagi Lancar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Amankan 10 Sepeda Motor Hasil Kejahatan, Diserahkan kepada Pemiliknya Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Beraksi 15 Kali Pelaku Penipuan dan Penggelapan Diamankan

Berita Terbaru

Berita

Beraksi 15 Kali Pelaku Penipuan dan Penggelapan Diamankan

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:57 WIB