Harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati sempat melonjak jelang Ramadhan

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lensabumi.com – Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, sempat mengalami lonjakan cukup signifikan menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

“Beberapa minggu terakhir, cabai rawit merah memang sempat naik cukup tinggi karena suplai dari daerah belum ideal. Tapi sekarang sudah mulai turun,” kata Manager Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu.

Kenaikan harga tersebut terjadi dalam beberapa pekan terakhir akibat terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi yang terdampak cuaca ekstrem.

Kondisi ini sempat membebani pedagang dan konsumen, terutama saat permintaan mulai meningkat. Apalagi cabai merupakan komoditas yang paling cepat bereaksi terhadap perubahan pasokan.

Pada masa puncak kenaikan, harga cabai rawit merah sempat menembus kisaran Rp70 ribu per kilogram (kg). Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.

Waktu itu sempat di sekitar Rp70 ribuan perkilogram. “Ini karena pasokan yang masuk ke pasar induk memang berkurang,” katanya.

Baca Juga  Dukung UMKM Adat, BRI BO Rangkasbitung Gandeng Perajin Baduy Luar Gunakan QRIS

Lonjakan harga tersebut turut dirasakan oleh pedagang eceran dan pelaku usaha kuliner yang bergantung pada pasokan cabai setiap hari.

Selain itu, Agus menjelaskan, salah satu faktor utama yang menyebabkan pasokan cabai menurun adalah kondisi cuaca yang tidak menentu di daerah penghasil.

“Di beberapa wilayah sedang mengalami cuaca ekstrem. Petani jadi kesulitan melakukan pemetikan karena khawatir hasil panen rusak,” katanya.

Akibat tertundanya proses panen, jumlah cabai yang dikirim ke Jakarta berkurang, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan barang di pasar.

Selain itu, memasuki H-1 Ramadhan, kondisi pasokan mulai membaik. Sejumlah daerah sentra produksi telah memasuki masa panen dan kembali melakukan pemetikan.

“Sekarang ini sudah mulai banyak daerah yang panen. Barang mulai masuk lagi sehingga harga turun sekitar Rp2.000 sampai Rp3.000,” katanya.

Saat ini, harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati berada di kisaran Rp68 ribu per kilogram.

Baca Juga  Perbaiki Sholat, Allah Perbaiki Hidupmu: Pesan Mendalam Isra Miraj di Masjid Al-Falaah Pondok Sawah Indah

Pengawasan Diperketat

Untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar, pengelola pasar bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan. Sejumlah inspeksi dilakukan guna memastikan tidak terjadi penimbunan.

“Sudah ada pengecekan dari Badan Pangan Nasional dan juga dari Bareskrim Polri. Mereka memastikan kenaikan harga ini karena faktor pasokan, bukan permainan,” ujar Agus.

Menurut dia, pengawasan ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat dari praktik spekulasi.

Dengan mulai membaiknya pasokan, pengelola pasar berharap harga cabai dapat terus menurun dan stabil selama Ramadhan hingga Lebaran. “Kami berharap cuaca membaik dan petani bisa panen secara normal. Kalau suplai lancar, harga juga akan lebih terkendali,” katanya.

Agus juga mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Menjelang hari pertama Ramadhan (H-1), aktivitas di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) terlihat semakin padat sejak dini hari hingga menjelang sore.

Baca Juga  Pemimpin Cabang BRI KC Balaraja Serahkan Hadiah kepada Juara Turnamen Badminton

Arus kendaraan pengangkut bahan pangan serta pembeli dari berbagai daerah terus memadati kawasan pasar yang menjadi pusat distribusi sayur dan buah terbesar di Jakarta dan sekitarnya.

Peningkatan aktivitas menjelang Ramadhan merupakan hal yang rutin terjadi setiap tahun.

Sejumlah komoditas yang menjadi incaran utama para pedagang maupun masyarakat, antara lain sayur-mayur, cabai, dan bawang. Selain itu, buah-buahan juga menjadi salah satu produk yang paling diminati.

Meski beroperasi selama 24 jam, Agus mengungkapkan bahwa ada waktu-waktu tertentu yang menjadi puncak keramaian di Pasar Induk Kramat Jati. Salah satunya terjadi pada dini hari saat pasokan dari daerah mulai berdatangan.

Selain dini hari, aktivitas juga kembali meningkat pada pagi hingga sore hari. Pada rentang waktu tersebut, sebagian besar pasokan sayur-mayur tiba dan langsung didistribusikan kepada pedagang.

Berita Terkait

Korsleting listrik hanguskan gudang onderdil motor di Cengkareng
Koramil 06/Tigaraksa Patroli Siskamling, Perkuat Keamanan Wilayah
Alex Sibti Buka Suara Keras, Kades Kronjo dan Dugaan Pungli Pulo Cangkir Jadi Sorotan Publik ‎ ‎
‎Camat Kresek Tinjau Rumah Tak Layak Huni di Rancailat dan Rumah Roboh di Pasir Ampo
Perkuat Soliditas Pasca Lebaran, DPD Golkar Kabupaten Tangerang Gelar Halal Bihalal
Direktur Eredivisie: Pemain non-Eropa harus ajukan izin kembali masuk
BAZNAS Kabupaten Tangerang Gelar Rapat Evaluasi dan Halal Bihalal Bersama UPZ se-Kabupaten
Lima Saksi Yang Dihadirkan JPU Terungkap Tidak Tahu Aliran Dana

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 14:22 WIB

Korsleting listrik hanguskan gudang onderdil motor di Cengkareng

Sabtu, 4 April 2026 - 07:35 WIB

Koramil 06/Tigaraksa Patroli Siskamling, Perkuat Keamanan Wilayah

Jumat, 3 April 2026 - 17:08 WIB

Alex Sibti Buka Suara Keras, Kades Kronjo dan Dugaan Pungli Pulo Cangkir Jadi Sorotan Publik ‎ ‎

Jumat, 3 April 2026 - 16:46 WIB

‎Camat Kresek Tinjau Rumah Tak Layak Huni di Rancailat dan Rumah Roboh di Pasir Ampo

Jumat, 3 April 2026 - 13:49 WIB

Direktur Eredivisie: Pemain non-Eropa harus ajukan izin kembali masuk

Berita Terbaru