Brebes, Lensabumi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan menggelar upacara sekaligus menyematkan tanda kenaikan pangkat kepada sejumlah pegawainya. Kegiatan berlangsung di Lapangan Blok Hunian Lapas Brebes, Kamis, 1 Oktober 2026.
Kepala Lapas Kelas IIB Brebes Mudo Mulyanto bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut diikuti jajaran pegawai, warga binaan pemasyarakatan (WBP), dan peserta magang.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Dalam upacara, peserta juga membacakan Naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila.
Mudo mengatakan nilai-nilai Pancasila perlu diterapkan dalam pelaksanaan tugas, termasuk dalam proses pembinaan warga binaan. Menurut dia, persatuan, kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, dan sikap saling menghargai merupakan nilai yang perlu dibangun dalam kehidupan di dalam lapas.
“Pembinaan adalah proses untuk menjadi lebih baik. Kita ingin nilai-nilai positif seperti tanggung jawab, disiplin, saling menghargai, dan gotong royong tumbuh dalam keseharian warga binaan sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Mudo.
Ia mengatakan pembinaan warga binaan tidak hanya bertujuan memastikan pelaksanaan aturan selama berada di lapas. Proses tersebut juga diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada warga binaan memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
Selain upacara, Lapas Brebes memberikan tanda kenaikan pangkat kepada sejumlah pegawai. Kenaikan pangkat menjadi bagian dari perjalanan kedinasan sekaligus diikuti dengan bertambahnya tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas.
Mudo meminta pegawai yang memperoleh kenaikan pangkat menjalankan tanggung jawab tersebut dengan meningkatkan kinerja dan profesionalitas. Penghargaan dalam perjalanan kedinasan, kata dia, perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapas Brebes juga menjadi momentum untuk mengingatkan jajaran pemasyarakatan mengenai pentingnya penerapan nilai kebangsaan dalam bekerja dan berinteraksi dengan warga binaan.
Di sisi lain, pembinaan warga binaan terus diarahkan pada pengembangan sikap disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan saling menghargai sebagai bagian dari persiapan sebelum mereka kembali ke tengah masyarakat.






