lensabumi.com – Saat dunia tengah berlomba membangun kecerdasan buatan (AI), Indonesia memilih fokus pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Kementerian Transmigrasi meluncurkan Program Beasiswa Patriot untuk menyiapkan talenta yang mampu memimpin, mengambil keputusan, dan menggerakkan masyarakat di wilayah transmigrasi.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah menekankan bahwa teknologi tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran manusia di lapangan. “Ini investasi jangka panjang. Indonesia membangun manusia unggul agar mampu memimpin di situasi yang tidak bisa dijawab oleh teknologi,” ujarnya.
Penerima Beasiswa Patriot akan menempuh pendidikan dan menjalani penugasan satu tahun di kawasan transmigrasi, fokus membangun pusat ekonomi dan membuka lapangan kerja. Program ini dijadwalkan resmi diluncurkan pada Februari 2026.








