Indonesia Kenalkan Tempe Ke Komunitas Kuliner San Fransisco

Senin, 11 Mei 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Fransisco memperkenalkan tempe kepada sekitar 140 orang dari anggota organisasi yang mempromosikan gaya hidup vegan San Francisco Vegan Society (SFVS) hingga komunitas kuliner.

Kegiatan ini menampilkan sesi pengenalan sejarah dan budaya tempe, lokakarya pembuatan tempe, demonstrasi masakan vegan Indonesia, serta ditutup dengan jamuan makan siang berbahan dasar tempe dan kuliner nabati Nusantara, demikian pernyataan KJRI San Fransisco pada senin (11/5/2026).

Baca Juga  JAWARA Teguhkan Peran Pendidikan Kesetaraan dalam Membangun SDM Brebes

Konsul Jenderal RI San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana, menekankan bahwa tempe lebih dari sekadar makanan sehari-hari, dan merupakan bagian dari warisan kuliner Indonesia yang lahir dari teknik pengolahan pangan asli Indonesia serta berkembang melalui pengetahuan lokal yang diwariskan lintas generasi.

“Tempe adalah contoh indah pertemuan antara kekayaan hayati dan kebudayaan. Di dalamnya ada kedelai, ada jamur Rhizopus oligosporus, dan ada tradisi fermentasi yang telah lama hidup dalam masyarakat Indonesia,” kata Konjen Yohpy.

Baca Juga  Mentri LH Ingatkan Industri Masif Picu Penurunan Tanah di Jakarta Hingga Setengah Meter

Ia juga menyoroti dimensi hubungan Indonesia-Amerika Serikat dalam perjalanan tempe. Sebagian besar tempe di Indonesia saat ini dibuat dari kedelai yang dibudidayakan oleh petani Amerika. Sebaliknya, teknik membuat tempe berasal dari tradisi pangan Indonesia yang kini semakin dikenal di Amerika Serikat.

“Dengan pemahaman ini, tempe juga menjadi simbol persahabatan kedua bangsa. Tempe menunjukkan bagaimana pangan dapat mempertemukan bangsa, budaya, dan negara,” tambah Konjen.

Baca Juga  BRI Kantor Cabang Tangerang Merdeka Apresiasi Pekerja Terbaik melalui Program Brilian of the Month November

Acara tersebut juga berlangsung di tengah upaya Pemerintah Indonesia menominasikan budaya pembuatan tempe ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Keputusan atas nominasi tersebut diharapkan diumumkan pada tahun ini. Pengakuan tersebut dipandang penting untuk mengukuhkan kedudukan tempe sebagai tradisi pangan yang sehat, berkelanjutan, dan berbasis komunitas.

Dukungan terhadap nominasi tersebut juga disampaikan oleh Wakil Presiden SFVS, Ravinder Sehgal, dengan menegaskan bahwa budaya pembuatan tempe layak memperoleh pengakuan global.

Berita Terkait

DPR Dorong Pengusutan Tuntas Kasus Penyekapan Perempuan Di Bandung
Turun ke Akar Rumput, H. Wawan Sumarwan Serap Aspirasi Masyarakat Dapil 2
Indonesia Dorong Kemitraan Yang Lebih Seimbang Dengan China
Menteri Imipas Dorong Pemanfaatan Lahan Idle, Lapas Brebes Siapkan Langkah Strategis
H. Wawan Sumarwan Serap Aspirasi Emak-emak, Berbagai Keluhan Terkait Bansos dan Posyandu Tersampaikan
Dua Gol Kylian Mbappe Antar Prancis Tundukkan Irak 3-0
Bupati Tangerang Minta Jurusita Pajak Daerah Berintegritas, Humanis, Persuasif dan Profesional
Hari Anak Nasional 2026, Pemkot Tangsel Perkuat Peran Kader Kesehatan dan Ngider Sehat Premium

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:50 WIB

DPR Dorong Pengusutan Tuntas Kasus Penyekapan Perempuan Di Bandung

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:03 WIB

Turun ke Akar Rumput, H. Wawan Sumarwan Serap Aspirasi Masyarakat Dapil 2

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:29 WIB

Indonesia Dorong Kemitraan Yang Lebih Seimbang Dengan China

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:21 WIB

Menteri Imipas Dorong Pemanfaatan Lahan Idle, Lapas Brebes Siapkan Langkah Strategis

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:27 WIB

H. Wawan Sumarwan Serap Aspirasi Emak-emak, Berbagai Keluhan Terkait Bansos dan Posyandu Tersampaikan

Berita Terbaru