Jenis-Jenis Hujan Berdasarkan Bentuk Awan

Senin, 15 September 2025 - 04:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Hujan terbentuk dari awan, dan setiap jenis awan menghasilkan tipe hujan yang berbeda. Memahami hubungan antara bentuk awan dan hujan yang dihasilkannya dapat membantu kita memprediksi cuaca secara sederhana.

1. Hujan Stratiform (Hujan Gerimis atau Hujan Ringan)

Hujan ini dihasilkan oleh awan berlapis, seperti Nimbostratus dan Altostratus. Karakteristik utamanya adalah hujan ini berlangsung dengan intensitas ringan hingga sedang dan terjadi dalam durasi yang panjang. Awan Nimbostratus adalah awan yang tebal, gelap, dan menutupi seluruh langit, sehingga sering kali menyebabkan hujan yang merata dan terus-menerus tanpa disertai petir.

Baca Juga  Perkuat Soliditas dan Gaya Hidup Sehat, BRI KC Jakarta Jelambar Gelar Kegiatan Padel

2. Hujan Konvektif (Hujan Badai atau Hujan Lebat)

Tipe hujan ini berasal dari awan yang tumbuh secara vertikal dan menggumpal, yaitu Kumulonimbus. Hujan konvektif seringkali memiliki intensitas lebat dan terjadi dalam durasi singkat. Hujan ini sering disertai dengan fenomena cuaca ekstrem lainnya seperti badai petir, kilat, dan guntur. Proses terbentuknya terjadi ketika udara hangat dan lembap naik dengan cepat, mendingin, dan mengembun membentuk awan yang menjulang tinggi seperti menara.

Baca Juga  Klasemen Liga Inggris: Arsenal Nyaman Di Pucuk Klasemen Dengan 22 Poin

3. Hujan Orogafik (Hujan di Lereng Gunung)

Hujan orografik terjadi ketika massa udara lembap didorong naik oleh halangan geografis seperti pegunungan. Saat udara naik, ia mendingin, uap air mengembun, dan membentuk awan yang kemudian menghasilkan hujan di sisi gunung yang menghadap angin (windward side). Awan yang terbentuk biasanya adalah jenis Stratus atau Nimbostratus. Setelah melewati puncak, udara yang kering turun di sisi lain, menciptakan efek bayangan hujan (rain shadow) di mana kondisi cuaca menjadi lebih kering.

Baca Juga  Bendungan Budong-Budong Rampung 63,11%, Siap Dukung Swasembada Pangan

4. Hujan Slik (Hujan Es atau Hujan Salju)

Hujan ini biasanya dihasilkan oleh awan Nimbostratus atau Altostratus di lingkungan yang sangat dingin. Slik adalah campuran antara tetesan air hujan dan butiran es kecil. Air hujan yang turun dari awan membeku saat melewati lapisan udara dingin di bawahnya, namun tidak sepenuhnya berubah menjadi butiran salju.

Berita Terkait

China dikabarkan mulai dukung Iran dalam konflik dengan AS-Israel
Mendagri-Mensos salurkan bansos Rp878 miliar ke daerah bencana
Peduli Sesama, KWRI Kabupaten Tangerang Bagi-bagi Takjil di Solear ‎
Terungkap Kronologis dan Dugaan Motif Pembunuhan Suami di Tigaraksa
Minggu Ketiga, SMSI Tangsel Bagikan Seratus Paket Takjil Untuk Ojol dan Pengguna Jalan Depan Balaikota Tangsel
Bidkum Polda Banten Sosialisasikan Pemberlakuan KUHP Nasional
Pemkab Tangerang Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al-Amjad
Pemkab Tangerang Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al-Amjad

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:01 WIB

China dikabarkan mulai dukung Iran dalam konflik dengan AS-Israel

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:58 WIB

Mendagri-Mensos salurkan bansos Rp878 miliar ke daerah bencana

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:31 WIB

Peduli Sesama, KWRI Kabupaten Tangerang Bagi-bagi Takjil di Solear ‎

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:24 WIB

Terungkap Kronologis dan Dugaan Motif Pembunuhan Suami di Tigaraksa

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:14 WIB

Minggu Ketiga, SMSI Tangsel Bagikan Seratus Paket Takjil Untuk Ojol dan Pengguna Jalan Depan Balaikota Tangsel

Berita Terbaru