Kurs Hancur: Ekonomi Katanya Tumbuh, Tapi Rupiah Malah Lumpuh

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lensabumi.com – “17.556 per dolar Amerika Serikat.” Rupiah menyentuh titik yang bahkan dahulu hanya dibicarakan dengan nada cemas di ruang-ruang krisis. Ironisnya, di saat mata uang tersungkur, negara justru semakin fasih berpidato tentang “pertumbuhan ekonomi 5,61%”.

Angka diumumkan dengan penuh kebanggaan, seolah statistik mampu menghapus kenyataan bahwa daya beli melemah, harga kebutuhan naik, industri lesu, dan masyarakat semakin akrab dengan kecemasan hidup.

Baca Juga  Stadion Giuseppe Meazza Dipastikan Penuh Saat Derbi Milan

Pertanyaannya sederhana :

jika ekonomi benar-benar sekuat itu, mengapa rupiah terus kehilangan harga dirinya?

Pemerintah terlalu nyaman memimpin dengan narasi. Seolah persepsi lebih penting daripada fondasi. Seolah pasar bisa diyakinkan dengan konferensi pers dan kalimat normatif.

Padahal ekonomi bukan panggung retorika.

Pasar tidak percaya pada slogan.
Investor tidak membaca baliho
Seolah-olah angka pertumbuhan dapat dimakan bersama nasi.

Baca Juga  Kualitas Buruk, Aspal Hotmix Jalan Bundaran Kutruk Sudah Rusak Berat Meski Belum Lama Diperbaiki

Menyalahkan faktor global juga tidak cukup. Dunia memang sedang tidak baik-baik saja, tetapi negara yang sehat seharusnya memiliki daya tahan, bukan cuma alasan. Sebab ketahanan ekonomi dibangun dari produksi yang kuat, industri yang hidup, pangan yang mandiri, dan kebijakan yang berdasar pada realitas – bukan pada kebutuhan menjaga citra kekuasaan.

Baca Juga  Satu korban pesawat ATR 42-500 dievakuasi dari jurang 200 meter

Dan hari ini, ketika rupiah menyentuh level yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dibutuhkan bangsa ini bukan lagi narasi bahwa “semua baik-baik saja.”

Melainkan keberanian untuk mengakui: bahwa ada persoalan serius yang harus dibenahi bersama, dengan strategi yang nyata, transparan, dan berpihak pada ketahanan ekonomi jangka panjang – bukan lagi kemenangan angka di atas

Berita Terkait

Timnas Indonesia Otomatis Bermain Di Round 2 Kualifikasi Piala Dunia 2030
Veda Ega Finish Keenam, Quiles Juarai Moto3 Mandalika 2026
HUT ke-394 Kabupaten Tangerang : Gemilang Korpri Night Run 2026 Sukses Galang Donasi Rp232 Juta Lebih untuk Korban Gempa NTT
Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Mandalika
Tagihan Logistik MBG Belum Dibayar, CV Raysa Hoki Minta PT Ajisaka Segera Melunasi
Wujudkan Lingkungan Kerja yang Bersih dan Sehat, Setwan DPRD Kabupaten Tangerang Gencarkan Korvei Rutin Jum’at Bersih
Aprilia Kuasai FP1 Mandalika, Bezzecchi Ungguli Marc Marquez
Lapas Brebes Assessmen 12 Warga Binaan untuk Program Rehabilitasi dan Re-Edukasi

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Timnas Indonesia Otomatis Bermain Di Round 2 Kualifikasi Piala Dunia 2030

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Veda Ega Finish Keenam, Quiles Juarai Moto3 Mandalika 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:22 WIB

HUT ke-394 Kabupaten Tangerang : Gemilang Korpri Night Run 2026 Sukses Galang Donasi Rp232 Juta Lebih untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Tagihan Logistik MBG Belum Dibayar, CV Raysa Hoki Minta PT Ajisaka Segera Melunasi

Berita Terbaru

Berita

Veda Ega Finish Keenam, Quiles Juarai Moto3 Mandalika 2026

Minggu, 11 Okt 2026 - 17:53 WIB

Berita

Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:36 WIB