Kurs Hancur: Ekonomi Katanya Tumbuh, Tapi Rupiah Malah Lumpuh

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lensabumi.com – “17.556 per dolar Amerika Serikat.” Rupiah menyentuh titik yang bahkan dahulu hanya dibicarakan dengan nada cemas di ruang-ruang krisis. Ironisnya, di saat mata uang tersungkur, negara justru semakin fasih berpidato tentang “pertumbuhan ekonomi 5,61%”.

Angka diumumkan dengan penuh kebanggaan, seolah statistik mampu menghapus kenyataan bahwa daya beli melemah, harga kebutuhan naik, industri lesu, dan masyarakat semakin akrab dengan kecemasan hidup.

Baca Juga  Program Gentengisasi Kresek, RTLH Capai 35 Persen ‎

Pertanyaannya sederhana :

jika ekonomi benar-benar sekuat itu, mengapa rupiah terus kehilangan harga dirinya?

Pemerintah terlalu nyaman memimpin dengan narasi. Seolah persepsi lebih penting daripada fondasi. Seolah pasar bisa diyakinkan dengan konferensi pers dan kalimat normatif.

Padahal ekonomi bukan panggung retorika.

Pasar tidak percaya pada slogan.
Investor tidak membaca baliho
Seolah-olah angka pertumbuhan dapat dimakan bersama nasi.

Baca Juga  Menteri PPPA Minta Warga Lapor Jika Mengetahui Anak Terpapar Judol

Menyalahkan faktor global juga tidak cukup. Dunia memang sedang tidak baik-baik saja, tetapi negara yang sehat seharusnya memiliki daya tahan, bukan cuma alasan. Sebab ketahanan ekonomi dibangun dari produksi yang kuat, industri yang hidup, pangan yang mandiri, dan kebijakan yang berdasar pada realitas – bukan pada kebutuhan menjaga citra kekuasaan.

Baca Juga  Tarawih Keliling di Masjid Nurul Ulum PWS Margasari, Bupati Tangerang: Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Pembangunan

Dan hari ini, ketika rupiah menyentuh level yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dibutuhkan bangsa ini bukan lagi narasi bahwa “semua baik-baik saja.”

Melainkan keberanian untuk mengakui: bahwa ada persoalan serius yang harus dibenahi bersama, dengan strategi yang nyata, transparan, dan berpihak pada ketahanan ekonomi jangka panjang – bukan lagi kemenangan angka di atas

Berita Terkait

Mikrotrans Diusulkan Tak Lagi Gratis, Dikenakan Tarif Rp2.000
Venezuela Laporkan Korban Luka Akibat Gempa Lebih Dari 12 ribu orang
MUI Kabupaten Tangerang Siap Terapkan Kick Off Manajemen Mutu ISO 9001:2015
Kirab Sedekah Bumi, Ratusan Warga Bulakparen Berebut Gunungan Hasil Pertanian
Dokter Tifa Didakwa Soal Tuduhan Ijazah Palsu Dan Nama Baik Jokowi
Bulan Dana PMI Jadi Gerakan Kepedulian untuk Warga Brebes
Gagalkan Aksi Perampokan, Juru Parkir Brebes Tuai Apresiasi di Hari Bhayangkara
Jalankan Fungsi Pengawasan H. Wawan Sumarwan Ajak HNSI Diskusi

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:18 WIB

Mikrotrans Diusulkan Tak Lagi Gratis, Dikenakan Tarif Rp2.000

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:35 WIB

Venezuela Laporkan Korban Luka Akibat Gempa Lebih Dari 12 ribu orang

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:10 WIB

MUI Kabupaten Tangerang Siap Terapkan Kick Off Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:20 WIB

Kirab Sedekah Bumi, Ratusan Warga Bulakparen Berebut Gunungan Hasil Pertanian

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:15 WIB

Bulan Dana PMI Jadi Gerakan Kepedulian untuk Warga Brebes

Berita Terbaru