Mantan Menag Yaqut Ajukan Praperadilan Soal Tersangka Kuota Haji

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lensabumi.com – Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengajukan permohonan Praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan terkait penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan untuk penyelenggaraan ibadah haji 2023-2024.

“Klasifikasi perkara: sah atau tidaknya penetapan tersangka,” dikutip dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Selatan, Rabu (11/2).

Yaqut mendaftarkan permohonan pada Selasa (10/2) dan terdaftar dengan nomor perkara: 19/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL.

Adapun SIPP PN Jakarta Selatan tidak menampilkan petitum lengkap yang dimohonkan, termasuk nama hakim tunggal yang hendak memeriksa dan mengadili perkara belum diketahui.

Baca Juga  Como Ke Perempat Final Coppa Italia Usai Kalahkan Fiorentina 3-1

“Sidang pertama: Selasa, 24 Februari 2026,” demikian kutipan SIPP PN Jakarta Selatan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan bahwa mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) menjadi tersangka kasus dugaan korupsi terkait penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2023–2024 pada Januari 2026.

Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK mengumumkan memulai penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji dan menyampaikan sedang berkomunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan RI untuk menghitung kerugian negara.

Pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih dan mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri hingga enam bulan ke depan.

Baca Juga  TVRI Jadi Pemegang Hak Siar Piala Dunia 2026

Mereka yang dicegah adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku mantan staf khusus pada era Menag Yaqut Cholil, serta Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour.

Pada 18 September 2025, KPK menduga sebanyak 13 asosiasi dan 400 biro perjalanan haji terlibat kasus tersebut.

Selain ditangani KPK, Pansus Angket Haji DPR RI sebelumnya juga menyatakan telah menemukan sejumlah kejanggalan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024.

Baca Juga  Jadwal Liga Italia: Kunjungan Jay Idzes dkk ke San Siro lawan AC Milan

Poin utama yang disorot pansus adalah perihal pembagian kuota 50 berbanding 50 dari alokasi 20.000 kuota tambahan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.

Saat itu, Kementerian Agama membagi kuota tambahan 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.

Hal tersebut tidak sesuai dengan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang mengatur kuota haji khusus sebesar delapan persen, sedangkan 92 persen untuk kuota haji reguler.

Berita Terkait

Persib Bandung Naik Ke Puncak Klasemen Usai Kalahkan Persija 2-1
Epson Buka Pendaftaran Pano Awards 2026, Ada Kategori Baru Fotografi Drone
Cegah Stunting dan Wasting Sejak Dini, RSUD Tigaraksa Turun Langsung Edukasi Masyarakat di Posyandu Nakula Desa Pasir Bolang
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, dr. Umie Kulsum Monitoring Kondisi Pasien RSUD Pakuhaji
RSUD Pakuhaji Laksanakan Instruksi Bupati, Gelar Aksi Bersih-Bersih Gerakan Indonesia Asri ‎
Emmanuel Macron serukan jeda perang di Timur Tengah saat Idul Fitri
Direktur RSUD Pakuhaji Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H: Pererat Silaturahmi dan Jaga Kesehatan ‎
Pemkab Brebes Berikan Insentif kepada 886 Pegiat Keagamaan di Larangan

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:13 WIB

Persib Bandung Naik Ke Puncak Klasemen Usai Kalahkan Persija 2-1

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:46 WIB

Epson Buka Pendaftaran Pano Awards 2026, Ada Kategori Baru Fotografi Drone

Jumat, 17 April 2026 - 16:03 WIB

Cegah Stunting dan Wasting Sejak Dini, RSUD Tigaraksa Turun Langsung Edukasi Masyarakat di Posyandu Nakula Desa Pasir Bolang

Rabu, 15 April 2026 - 18:23 WIB

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, dr. Umie Kulsum Monitoring Kondisi Pasien RSUD Pakuhaji

Kamis, 9 April 2026 - 14:16 WIB

RSUD Pakuhaji Laksanakan Instruksi Bupati, Gelar Aksi Bersih-Bersih Gerakan Indonesia Asri ‎

Berita Terbaru

Berita

Menkop: 1.061 Kopdes Merah Putih Siap Serap Produk Desa

Senin, 18 Mei 2026 - 16:48 WIB