Lensabumi.com – Awan adalah massa tetesan air atau kristal es yang terbentuk dari kondensasi uap air di atmosfer. Berdasarkan bentuk dan ketinggiannya, awan diklasifikasikan menjadi beberapa jenis utama yang memiliki nama ilmiah dari bahasa Latin.
Secara umum, awan dikelompokkan ke dalam tiga kategori ketinggian di lapisan atmosfer troposfer, yaitu awan tinggi, awan menengah, dan awan rendah.
1. Awan Tinggi (High-level Clouds)
Terletak pada ketinggian 6.000 hingga 18.000 meter. Awan jenis ini terbentuk dari kristal es karena suhunya yang sangat dingin.
- Sirus (Cirrus): Awan tipis dan berserat yang bentuknya seperti bulu ayam atau sapuan kuas. Seringkali menjadi pertanda cuaca cerah di masa depan.
- Sirostratus (Cirrostratus): Awan tipis dan transparan yang menyerupai selubung putih di langit. Awan ini seringkali menyebabkan fenomena halo atau lingkaran cahaya di sekitar matahari atau bulan.
- Sirokumulus (Cirrocumulus): Awan kecil-kecil berbentuk butiran atau gelombang yang tersusun rapi. Sering disebut “awan sisik ikan” karena polanya.
2. Awan Menengah (Mid-level Clouds)
Terletak pada ketinggian 2.000 hingga 6.000 meter. Awan ini biasanya terdiri dari campuran tetesan air dan kristal es.
- Altokumulus (Altocumulus): Awan yang berbentuk gumpalan kecil berwarna putih atau abu-abu. Terlihat seperti domba-domba yang berjejer di langit.
- Altostratus (Altostratus): Awan berlapis berwarna abu-abu yang menutupi seluruh langit. Matahari dan bulan masih dapat terlihat, namun terlihat seperti berada di balik kaca buram.
3. Awan Rendah (Low-level Clouds)
Terletak pada ketinggian di bawah 2.000 meter. Awan ini sebagian besar terdiri dari tetesan air.
- Stratus (Stratus): Awan berlapis datar berwarna abu-abu yang menutupi langit. Awan ini seringkali menyebabkan gerimis atau kabut ringan.
- Stratokumulus (Stratocumulus): Awan berlapis tebal yang menggumpal. Terlihat seperti gulungan besar atau gumpalan yang bersatu.
- Nimbostratus (Nimbostratus): Awan yang gelap dan tebal. Awan ini identik dengan hujan yang terus-menerus dan intensitas sedang hingga lebat.
Awan Vertikal
Selain kategori di atas, ada pula awan yang memiliki pertumbuhan vertikal, menembus beberapa lapisan atmosfer:
- Kumulus (Cumulus): Awan yang berbentuk gumpalan kapas dengan dasar yang datar. Biasanya menandakan cuaca cerah, tetapi jika terus tumbuh, bisa berkembang menjadi kumulonimbus.
- Kumulonimbus (Cumulonimbus): Awan raksasa yang menjulang tinggi seperti menara. Awan ini adalah penyebab utama dari hujan badai, petir, guntur, dan bahkan tornado. Puncaknya bisa mencapai lapisan stratosfer.






