Mentri LH Ingatkan Industri Masif Picu Penurunan Tanah di Jakarta Hingga Setengah Meter

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lensabumi.com – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menegaskan, pertumbuhan industri di Indonesia harus berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan. Ia mengingatkan, ekspansi industri yang masif tanpa perencanaan matang bisa memicu dampak serius, salah satunya penurunan permukaan tanah.

Hanif menyoroti pembangunan industri yang gencar terjadi di Jakarta. Menurutnya, laju pembangunan yang tidak mempertimbangkan aspek lingkungan berkontribusi pada turunnya permukaan tanah di sejumlah wilayah.

“Tanpa kita sadari permukaan tanah turun dari 3-5 cm, bahkan ada yang sampe setengah meter. keberlanjutan ini yang kemudian menjadi penting untuk kita integrasikan dalam pengambilan keputusan kita,” terang Menteri Hanif dalam ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga  Diwarnai Kartu Merah Cucurella, Fulham Kalahkan Chelsea 2-1

Ia pun mendorong perusahaan agar tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek. Hanif meminta pelaku industri menyusun visi dan misi yang berpijak pada tanggung jawab lingkungan, serta membedah kembali setiap rencana pengembangan industri dengan pendekatan yang lebih komprehensif.

Menurut Hanif, dunia usaha perlu menempatkan aspek keberlanjutan sebagai fondasi utama dalam setiap keputusan bisnis. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kondisi lingkungan.

Baca Juga  Bawaslu Kabupaten Tangerang Luncurkan Program Edukatif Bertajuk "Ngabuburit Pengawasan" ‎

Di sisi lain, Hanif menegaskan Indonesia menghadapi tantangan besar perubahan iklim secara langsung. Letak geografis Indonesia membuat dampak krisis iklim terasa lebih nyata dan berisiko tinggi.

“Kenapa demikian? karena Indonesia berada di daerah tropis, berada pada lintang rendah, mulai dari 6 LU, kemudian 11 LS, maka daerah itu sejatinya daerah yang paling rentan terkait perubahan iklim,” tegas Hanif.

Baca Juga  Menkomdigi, Mutia Hafid Diagendakan Hadir di Pelatihan Jurnalistik HPN PWMOI

Pernyataan ini mempertegas pentingnya komitmen industri terhadap ESG dan keberlanjutan lingkungan. Tanpa langkah konkret, pertumbuhan industri bukan hanya menekan daya dukung lingkungan, tetapi juga memperbesar risiko krisis iklim di masa depan.

Berita Terkait

RSUD Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Layanan Code Stroke, Jantung dan PONEK
Lapas Brebes Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 23 Perkara di Kejari
Ketum Mursalin Apresiasi Langkah Bupati Maesyal Rasyid Gelar Nobar Piala AFF Bersama Masyarakat
Kemensos Jatuhi Hukuman Berat Ke 620 Pegawai Karena Kasus Judol
RDP Bersama DPRD dan Warga Cirarab, BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan
Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD
Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD
DPRD Kabupaten Tangerang Gelar Rapat Paripurna Jawaban Bupati Atas Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda APBD 2027

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:12 WIB

RSUD Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Layanan Code Stroke, Jantung dan PONEK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Lapas Brebes Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 23 Perkara di Kejari

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Ketum Mursalin Apresiasi Langkah Bupati Maesyal Rasyid Gelar Nobar Piala AFF Bersama Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Kemensos Jatuhi Hukuman Berat Ke 620 Pegawai Karena Kasus Judol

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD

Berita Terbaru