LENSABUMI.COM
TANGERANG – Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) sukses menggelar Rapat Kerja (Raker) tahunan yang berfokus pada penguatan program strategis organisasi dan kontribusi nyata terhadap isu-isu kemasyarakatan.
Salah satu agenda utama yang menarik perhatian adalah pemaparan program kerja inovatif oleh tokoh properti nasional sekaligus penggagas gerakan peduli lingkungan, Sudirman Indra, yang mempresentasikan konsep “Bank Air” dan “Tol Air” sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis lingkungan di Indonesia.

Dalam pemaparannya di hadapan pengurus dan anggota KWRI, Sudirman Indra (yang akrab disapa Koh Acin) sekaligus pendiri KWRI menjelaskan bahwa program Bank Air merupakan sistem sumur injeksi modern yang dirancang untuk menangkap, menyaring, dan menyimpan air hujan langsung ke dalam tanah.
Langkah ini dinilai efektif untuk mencegah banjir di musim hujan sekaligus menjadi cadangan air bersih yang krusial saat musim kemarau tiba.
”Melalui platform Raker KWRI ini, kami ingin menyinergikan program kerja lingkungan dengan insan pers. Media memiliki peran vital dalam mengedukasi masyarakat luas mengenai pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan. Konsep Bank Air tidak hanya menjaga ketersediaan air bersih di pemukiman, tetapi juga secara aktif meredam genangan banjir perkotaan karena air tidak langsung melimpah ke jalanan,” ujar Sudirman Indra.
Ia juga memaparkan keberhasilan implementasi awal program ini, seperti yang telah sukses diterapkan di kawasan Perumahan Batara Village, Solear, Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) / BRIN, hingga diadopsi di lingkungan Akademi Militer Magelang.
” Dengan konsep sederhana, kita bisa memiliki Air baku yang layak untuk keperluan sehari-hari, ” Ungkap Sudirman Indra.
Ketua KWRI Heriyanto menyambut baik pemaparan tersebut dan menegaskan komitmen organisasi untuk mengawal publikasi serta mendukung penuh implementasi program kemitraan ini.
”Apalagi Bank Air kini sudah bisa masuk menggunakan anggaran APBD Pemerintah Daerah, ” ujar Heri.
Raker KWRI ditutup dengan komitmen bersama untuk mendorong kebijakan tata kelola air yang lebih baik demi mewujudkan ketahanan air khususnya di Kabupaten Tangerang maupun nasional. (Bagas)






