LENSABUMI.COM – (Advetorial) Penglihatan yang jelas sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari belajar, bekerja, hingga berkendara. Namun, tidak sedikit masyarakat yang menganggap penglihatan kabur sebagai hal biasa dan menunda pemeriksaan mata. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya kelainan refraksi, yaitu salah satu penyebab gangguan penglihatan yang paling sering ditemukan pada masyarakat. Gangguan penglihatan dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam beraktivitas, menurunkan produktivitas, bahkan mengurangi kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik.
Kelainan refraksi terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak dapat difokuskan dengan tepat pada retina sehingga objek terlihat kabur. Kondisi ini meliputi rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), mata silinder (astigmatisme), dan kondisi mata setelah usia 40 tahun (presbiopia) yang umumnya ditandai dengan kesulitan melihat atau membaca pada jarak dekat. Kelainan refraksi dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak, remaja, orang dewasa, maupun lanjut usia.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Penglihatan kabur saat melihat jauh atau dekat.
- Sering menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas.
- Mata cepat lelah saat membaca atau menggunakan gawai.
- Sakit kepala setelah melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus penglihatan dalam waktu lama.
- Pada anak-anak, sering duduk terlalu dekat saat menonton televisi atau kesulitan melihat tulisan di papan tulis.
Kelainan refraksi dapat disebabkan oleh bentuk bola mata yang tidak ideal, kelengkungan kornea yang tidak normal, faktor keturunan, maupun perubahan lensa mata akibat pertambahan usia.
Kabar baiknya, sebagian besar kelainan refraksi dapat dikoreksi sehingga penglihatan menjadi lebih jelas dan nyaman. Penanganan yang dapat dilakukan antara lain:
- Menggunakan kacamata sesuai hasil pemeriksaan mata.
- Menggunakan lensa kontak sesuai anjuran tenaga kesehatan.
- Menjalani tindakan medis tertentu sesuai rekomendasi dokter spesialis mata.
Untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah gangguan penglihatan semakin berat, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Membatasi penggunaan gawai secara berlebihan.
- Mengistirahatkan mata secara berkala saat bekerja di depan layar.
- Menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.
- Memperbanyak aktivitas di luar ruangan, terutama pada anak-anak.
- Melakukan pemeriksaan mata secara rutin.
Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mencegah gangguan penglihatan yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Poliklinik Mata RSUD Tigaraksa melayani pemeriksaan dan konsultasi bersama dokter spesialis mata melalui layanan pasien umum pada jadwal praktik berikut ini :
| Nama Dokter | Hari Layanan | Jam Pelayanan |
| dr. Ricki, Sp.M | Senin, Rabu dan Kamis | 08.00 s.d 12.00 |
Untuk informasi lengkap terkait layanan dan fasilitas RSUD Tigaraksa masyarakat dapat menghubungi call center RSUD Tigaraksa pada nomor 0852-1361-7014 serta mengakses informasi melalui Instagram resmi RSUD Tigaraksa (@rsud.tigaraksa) dan website (rsudtigaraksa.tangerangkab.go.id)
Dengan tata nilai “TERBAIK”, RSUD Tigaraksa terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kabupaten Tangerang.
Sumber Referensi:
- World Health Organization (WHO). Eye Care, Vision Impairment and Blindness: Refractive Errors. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/blindness-and-vision-impairment-refractive-errors
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Gangguan Penglihatan. https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/penyakit-organ-indera/gangguan-penglihatan
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kemenkes Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata, Perkuat Deteksi Dini Gangguan Penglihatan. https://www.kemkes.go.id/id/kemenkes-perluas-akses-layanan-kesehatan-mata-perkuat-deteksi-dini-gangguan-penglihatan






