Petani Sayur Matinggi Tapsel Panen Padi Pascabencana

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lensabumi.com – Petani Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), melakukan panen padi di sawah mereka yang tidak terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

“Alhamdulillah, sawah kami yang delapan pastag ini tidak terendam lumpur dan sekarang bisa panen,” kata petani Sayur Matinggi Masnelan Dalimunte di Tolang Jae,Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (29/1/2026).

Dia mengakui bersama keluarga sudah mulai memanen padi sejak Jumat (22/1) lalu hingga hari ini.

Menurut dia, panen saat ini memang kurang dibandingkan sebelum banjir terjadi. Pada hari normal, hasil panen dapat mencapai satu ton, atau lebih dari delapan petak sawah yang dimilikinya.

Baca Juga  BRI Kantor Cabang Tangerang Merdeka Gelar Acara Sponsorship Gathering Bersama Nasabah Inti PT. Golden Piping Indonesia

“Karena banjir dan aliran air ke sawah terputus, sawah jadi kering dan hasilnya kurang optimal,” ujar Masnelan.

Kendati demikian, dia tetap bersyukur karena lahan yang ditanami sejak 100 hari yang lalu itu tidak terdampak meskipun berada 100 meter dari Sungai Tolang yang terdampak banjir bandang.

“Di sebelah sana, semua sawah terendam lumpur dan tak bisa panen,” tutur Masnelan.

Baca Juga  Kapolresta Tangerang perintahkan kepada seluruh personil untuk menjaga situasi tetap kondusif

Padi tersebut kemudian dibawa ke rumah untuk dijual, sehingga dia mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya terdampak banjir dan ikut mengungsi selama dua hari. Kami berharap kondisi semakin baik,” harap Masnelan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan Muhammad Taufik Batubara

melaporkan kerusakan lahan pertanian di daerah setempat akibat bencana hidrometeorologi dibagi ke dalam tiga kategori, yakni berat, sedang, dan ringan.

Kategori berat terbagi menjadi dua, yakni lahan gagal panen tapi masih dapat ditanam pada tahun mendatang seluas 1.352 hektare, serta lahan rusak dan tidak dapat digunakan lagi akibat tebalnya material yang mencapai 536 hektare.

Baca Juga  PBJ Brebes Tegaskan Komitmen Etika dan Transparansi Usai Insiden Audiensi

Selanjutnya, lahan yang rusak sedang seluas 77 ha dan lahan yang rusak ringan seluas 1.053 hektare.

Dia juga mengungkapkan lahan yang rusak berat dan dapat kembali ditanami akan diberikan bantuan bibit, masing-masing 25 kilogram per hektare kepada petani.

“Kami juga melakukan program dari pusat untuk melakukan optimalisasi lahan pertanian agar dapat dimanfaatkan kembali untuk petani,” tutur Taufik.

Berita Terkait

Menteri LH Tanam Mangrove di Brebes, Perkuat Kolaborasi Pulihkan Pesisir dan Cegah Abrasi
Mikrotrans Diusulkan Tak Lagi Gratis, Dikenakan Tarif Rp2.000
Venezuela Laporkan Korban Luka Akibat Gempa Lebih Dari 12 ribu orang
MUI Kabupaten Tangerang Siap Terapkan Kick Off Manajemen Mutu ISO 9001:2015
Kirab Sedekah Bumi, Ratusan Warga Bulakparen Berebut Gunungan Hasil Pertanian
Dokter Tifa Didakwa Soal Tuduhan Ijazah Palsu Dan Nama Baik Jokowi
Bulan Dana PMI Jadi Gerakan Kepedulian untuk Warga Brebes
Gagalkan Aksi Perampokan, Juru Parkir Brebes Tuai Apresiasi di Hari Bhayangkara

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:20 WIB

Menteri LH Tanam Mangrove di Brebes, Perkuat Kolaborasi Pulihkan Pesisir dan Cegah Abrasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:18 WIB

Mikrotrans Diusulkan Tak Lagi Gratis, Dikenakan Tarif Rp2.000

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:35 WIB

Venezuela Laporkan Korban Luka Akibat Gempa Lebih Dari 12 ribu orang

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:10 WIB

MUI Kabupaten Tangerang Siap Terapkan Kick Off Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:20 WIB

Kirab Sedekah Bumi, Ratusan Warga Bulakparen Berebut Gunungan Hasil Pertanian

Berita Terbaru