Program Makan Bergizi Gratis di Pandeglang Disorot, Legalitas Dapur SPPG dan Kelayakan Menu Dipertanyakan

Senin, 29 Desember 2025 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LENSBUMI.Com_PANDEGLANG, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat kini mendapat sorotan tajam di Kabupaten Pandeglang. Sorotan tersebut mencuat setelah ditemukannya sejumlah kejanggalan dalam realisasi program, khususnya terkait kelayakan menu, transparansi anggaran, serta legalitas operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berdasarkan informasi dan pemantauan di lapangan, sejumlah dapur SPPG di Kabupaten Pandeglang diduga belum memenuhi standar kelayakan dalam penyediaan makanan bergizi dan dinilai tidak sebanding dengan pagu anggaran yang telah ditetapkan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas, akuntabilitas, dan kesiapan pelaksanaan program MBG di daerah.

Tak hanya itu, pemerintah daerah melalui instansi terkait juga menyoroti masih banyaknya dapur SPPG yang belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang mengungkapkan bahwa hingga Oktober 2025, dari 27 dapur SPPG yang telah beroperasi, baru satu dapur yang memiliki SLHS, yakni dapur yang berlokasi di Banyubiru.

Baca Juga  Polresta Tangerang Gelar Sertijab Kabag, Kasat, dan Kapolsek, Ini Daftarnya

Menanggapi kondisi tersebut, Entis Sumantri, Sekretaris Jenderal DPD KNPI Kabupaten Pandeglang sekaligus aktivis HMI, menyampaikan kritik tegas terhadap pelaksanaan Program MBG di daerah.

“Presiden Republik Indonesia memiliki itikad baik dalam upaya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat. Namun dalam implementasinya di daerah, Program Makan Bergizi Gratis justru menyisakan banyak persoalan, mulai dari dugaan ketidaksesuaian standar gizi, kepentingan politik, hingga potensi ladang bisnis segelintir pihak,” ujar Entis yang akrab disapa Tayo.

Ia juga menyoroti banyaknya keluhan masyarakat dan penerima manfaat dalam beberapa pekan terakhir terkait menu yang dinilai tidak memenuhi standar gizi, serta adanya indikasi mark-up anggaran dalam proses penyaluran program.

“Saya melihat langsung di lapangan, masih banyak dapur SPPG yang belum memenuhi standar perizinan dasar, seperti izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta lemahnya sistem pengelolaan limbah. Hal ini menunjukkan bahwa Program MBG di Kabupaten Pandeglang belum sepenuhnya siap,” tegasnya.

Baca Juga  Menhut Siapkan Kawasan Preservasi Orangutan seluas 87 Ribu Hektare

Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah dapur SPPG diketahui telah memproduksi makanan dalam skala besar tanpa didukung sistem pengolahan limbah cair yang memadai. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, khususnya terhadap air tanah, saluran irigasi, serta permukiman warga di sekitar lokasi dapur.

Selain itu, pengelolaan limbah padat seperti sisa makanan dan kemasan plastik juga dinilai belum tertata secara profesional, sehingga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, menjadi sumber penyakit, serta mencemari lingkungan.

Entis menegaskan bahwa meskipun Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional, pelaksanaannya harus tetap menjunjung tinggi prinsip kepatuhan hukum, perlindungan lingkungan, dan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, DPD KNPI Kabupaten Pandeglang mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan audit menyeluruh, evaluasi, serta penegakan aturan terhadap seluruh dapur SPPG yang saat ini beroperasi. Ia juga menolak praktik “beroperasi terlebih dahulu, berizin kemudian” karena dinilai merusak tatanan regulasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Baca Juga  Kapolri Kunjungi PT. KMK untuk Silaturahmi dengan Buruh, Polresta Tangerang Lakukan Pengamanan

Selain itu, Entis turut menyinggung adanya dugaan penyalahgunaan wewenang (abuse of power) serta potensi gratifikasi dalam proses verifikasi dapur SPPG ke Badan Gizi Nasional (BGN), khususnya dalam penentuan titik lokasi dan penilaian kelayakan dapur.

“Jika tata kelola tidak transparan dan tidak taat regulasi, Program MBG justru berpotensi menimbulkan persoalan baru, baik di bidang lingkungan, kesehatan publik, maupun praktik korupsi yang mencederai kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.

Ia juga menyinggung lemahnya fungsi pengawasan dari para wakil rakyat di tengah berbagai persoalan MBG. Menurutnya, masyarakat mempertanyakan keberadaan para pemangku kebijakan yang seharusnya menjadi penyambung aspirasi rakyat.

“Di tengah problematika MBG, publik bertanya di mana peran wakil rakyat yang dahulu hadir saat pemilu. Fungsi kontrol seharusnya diperkuat, bukan justru berpotensi tumpul karena konflik kepentingan,” tutupnya.

 

(Ari/Gst/tim

Berita Terkait

Belajar dari Keterbatasan, Andra Soni Permudah Akses Pendidikan Anak-anak di Banten
Kebakaran Kandang 3 Ekor Kambing Mati Terbakar Desa Bojongsari
Bupati Maesyal Rasyid Pastikan Rumah Bu Laila Segera Dibangun
Bupati Tangerang Lepas Peserta Fun walk Semarak HUT RI di Panongan
Tutup Kompetisi Sepak Bola Antar RT di Rancabuaya, Bupati Tangerang: Utamakan Sportivitas dan Kebersamaan
HUT ke-3 Lensabumi.com, Dorong Pers Tetap Berintegritas di Tengah Disrupsi Artificial Intelligence
Bupati Tangerang Dampingi Seskab Teddy Indra Wijaya dan Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Curug
Warga Kejobong Jatuh dari Pohon Kelapa Tewas

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Belajar dari Keterbatasan, Andra Soni Permudah Akses Pendidikan Anak-anak di Banten

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:09 WIB

Kebakaran Kandang 3 Ekor Kambing Mati Terbakar Desa Bojongsari

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:42 WIB

Bupati Maesyal Rasyid Pastikan Rumah Bu Laila Segera Dibangun

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Bupati Tangerang Lepas Peserta Fun walk Semarak HUT RI di Panongan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Tutup Kompetisi Sepak Bola Antar RT di Rancabuaya, Bupati Tangerang: Utamakan Sportivitas dan Kebersamaan

Berita Terbaru