Wayang Golek Santri Jadi Media Edukasi Generasi Emas dan Keamanan Digital di Brebes

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati, Wurja  memberikan sambutan di acara pagelaran Wayang Golek Santri yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media bersama Pemerintah Kabupaten Brebes, Rabu (3/6/2026) malam.  Foto: ist

Wakil Bupati, Wurja memberikan sambutan di acara pagelaran Wayang Golek Santri yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media bersama Pemerintah Kabupaten Brebes, Rabu (3/6/2026) malam.  Foto: ist

Brebes, Lensabumi.com – Ratusan warga memadati Lapangan Desa Parereja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Mereka antusias menyaksikan pagelaran Wayang Golek Santri yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media bersama Pemerintah Kabupaten Brebes, Rabu (3/6/2026) malam.

 

Tak sekadar menjadi tontonan, pagelaran yang menghadirkan dalang Ki Haryo Susilo Enthus tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Melalui dialog interaktif bertema yakni Membangun Generasi Emas Indonesia: Tubuh Sehat, Tangguh Berkarya dan Aman di Era Digital, warga diajak memahami pentingnya kesehatan, kecukupan gizi, serta keamanan digital bagi anak-anak.

 

Direktur Komunikasi Publik Komdigi, Nunik Purwanti, mengatakan masa depan anak-anak Indonesia merupakan aset paling berharga yang harus dijaga bersama. Menurutnya, setiap keluarga tentu menginginkan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Baca Juga  Pemkab Brebes Perkuat SDM Sektor Publik, 13 Lulusan STTD Terima SK CPNS dan PNS

 

“Kita berkumpul untuk menjaga sesuatu yang paling berharga, yaitu masa depan anak-anak Indonesia. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, pintar, dan memiliki masa depan yang lebih baik dari orang tuanya. Itulah cita-cita besar bangsa kita untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia,” ujar Nunik saat membuka kegiatan.

 

Nunik menjelaskan, tantangan pengasuhan anak saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Jika dahulu orang tua lebih mudah memantau aktivitas anak saat berada di luar rumah, kini anak-anak dapat mengakses berbagai informasi dan berinteraksi dengan siapa saja melalui internet tanpa harus meninggalkan kamar mereka.

 

Karena itu, lanjut Nunik, peran keluarga menjadi sangat penting dalam mendampingi anak memanfaatkan teknologi secara bijak. Pemerintah pun terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui berbagai program, termasuk Program Makan Bergizi Gratis dan penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas.

Baca Juga  Pemkab Brebes Dukung Pembangunan Gedung Polres Lewat NPHD

 

“Melalui PP Tunas, pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak Indonesia tetap aman dalam memanfaatkan teknologi digital,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, Kabupaten Brebes dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Dengan dukungan gizi yang baik, akses pendidikan yang memadai, dan lingkungan digital yang aman, anak-anak Brebes diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi unggul yang siap bersaing di masa depan.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Brebes Wurja menyampaikan bahwa pembangunan Generasi Emas Indonesia harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar anak, terutama kesehatan dan gizi. Menurutnya, tubuh yang sehat menjadi fondasi bagi tumbuhnya semangat belajar, kreativitas, dan daya juang generasi muda.

Baca Juga  Keluarga Besar KWRI Kabupaten Tangerang Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek kepada Sudirman Indra ‎

 

“Anak-anak kita harus tumbuh dengan gizi yang cukup. Karena dari tubuh yang sehat lahir semangat belajar, kreativitas, dan daya juang yang kuat. Di saat yang sama, kita hidup di era digital sehingga peran orang tua, guru, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan anak-anak aman dan bijak dalam menggunakan teknologi,” kata Wurja.

 

Wurja juga mengapresiasi Komdigi yang memanfaatkan seni budaya sebagai media komunikasi publik. Menurutnya, pendekatan budaya mampu menyampaikan pesan-pesan pembangunan dengan cara yang lebih dekat, membumi, dan mudah diterima masyarakat.

 

“Wayang golek santri menjadi media edukasi yang efektif karena mampu menyampaikan pesan pembangunan dengan cara yang lebih menghibur dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.

Berita Terkait

Lapas Brebes, Musholla Darul Amanah, dan Pelajaran tentang Kebaikan
Lapas Brebes Gandeng LDNU untuk Perkuat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan
Lapas Brebes Assessmen 12 Warga Binaan untuk Program Rehabilitasi dan Re-Edukasi
Lapas Brebes Jemput Bola Pantau Kesehatan Warga Binaan
Lapas Brebes Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 23 Perkara di Kejari
Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD
Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD
Karya Warga Binaan Lapas Brebes Dilirik Pengunjung, dari Gantungan Kunci hingga Rak Pot

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Lapas Brebes, Musholla Darul Amanah, dan Pelajaran tentang Kebaikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Lapas Brebes Gandeng LDNU untuk Perkuat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Lapas Brebes Assessmen 12 Warga Binaan untuk Program Rehabilitasi dan Re-Edukasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:54 WIB

Lapas Brebes Jemput Bola Pantau Kesehatan Warga Binaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Lapas Brebes Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 23 Perkara di Kejari

Berita Terbaru

Berita

Beraksi 15 Kali Pelaku Penipuan dan Penggelapan Diamankan

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:57 WIB

Berita

DPD Golkar Kabupaten Tangerang Santuni Puluhan Anak Yatim

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:16 WIB