Perempuan Berisiko Kehilangan Pekerjaan Akibat AI

Kamis, 20 November 2025 - 04:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Perempuan berisiko kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan memiliki kemungkinan 20 persen lebih kecil untuk menggunakan perangkat AI generatif ketimbang laki-laki, menurut hasil studi terbaru.

Perempuan diperingatkan bisa “tertinggal” oleh kemajuan teknologi setelah sebuah studi menunjukkan mereka dua kali lebih mungkin menempati pekerjaan yang terancam oleh AI, harian The Independent melaporkan pada Rabu (19/11).

Baca Juga  Gelar Tasyakuran Juara Umum MTQ, Bupati Tangerang Apresiasi Kafilah Raih Prestasi Lima Kali Berturut-turut

Temuan itu menunjukkan bahwa pekerjaan yang “didominasi perempuan” seperti administrasi, pembukuan, kasir, dan staf kantor, lebih rentan kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi.

Studi itu juga mengungkapkan bahwa perempuan 20 persen lebih kecil kemungkinannya menggunakan alat AI generatif daripada laki-laki, sehingga membuat mereka memiliki kesempatan yang lebih kecil dalam pekerjaan yang bergantung pada AI.

Baca Juga  Diduga Cemari Udara, Nonce Thendean Sidak dan Evaluasi Pabrik di Kawasan Milenium

Menurut laporan “AI Gender Gap” yang dilakukan perusahaan konsultan Credera, hanya 22 persen dari talenta AI global adalah perempuan.

Supermums, lembaga sosial yang membantu perempuan memasuki dunia teknologi, memperingatkan bahwa temuan itu menunjukkan “risiko nyata perempuan akan tertinggal” seiring kemajuan teknologi.

Heather Black, pendiri Supermums, mengatakan para ibu khususnya berisiko “menjadi pihak yang menanggung konsekuensi dari kebangkitan AI.”

Baca Juga  Rusia rancang resolusi DK PBB demi dorong gencatan senjata di Timteng

“Pada dasarnya, perempuan, terutama para ibu, akan menjadi pihak yang menanggung akibat dari kebangkitan AI,” katanya, seperti dikutip surat kabar daring Inggris tersebut.

“AI akan tetap ada terlepas kita menggunakannya atau tidak, sehingga mempelajari bagaimana cara kerjanya dan bagaimana memanfaatkannya adalah hal yang penting.”

Sumber: Anadolu

Berita Terkait

BNNP Jateng Perkuat Petompon Relawan Antinarkoba Disiapkan Zero Prevalensi Jadi Target
BNNP Jateng dan Pemkot Salatiga Bersinergi Menuju Zero Prevalensi 2045
Ribuan Santri Peringati Hari Santri Di Kantor Wali Kota Jakarta Utara
HSN 2026, Bupati berpesan santri harus jadi pelopor
Bunda PAUD Kabupaten Tangerang Dorong Pemenuhan Gizi Anak Melalui Program PMT di Satuan PAUD
Pilkades Serentak 2027, Pemkab Tangerang Tengah Siapkan Regulasi
Polsek Curug Hadir di Perempatan Pondok Bambu, Pastikan Arus Lalu Lintas Pagi Lancar
Amankan 10 Sepeda Motor Hasil Kejahatan, Diserahkan kepada Pemiliknya Gratis

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:04 WIB

BNNP Jateng Perkuat Petompon Relawan Antinarkoba Disiapkan Zero Prevalensi Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:28 WIB

BNNP Jateng dan Pemkot Salatiga Bersinergi Menuju Zero Prevalensi 2045

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Ribuan Santri Peringati Hari Santri Di Kantor Wali Kota Jakarta Utara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:49 WIB

HSN 2026, Bupati berpesan santri harus jadi pelopor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Pilkades Serentak 2027, Pemkab Tangerang Tengah Siapkan Regulasi

Berita Terbaru

Berita

HSN 2026, Bupati berpesan santri harus jadi pelopor

Kamis, 22 Okt 2026 - 09:49 WIB