Wagub Banten Tekankan Mitigasi Dini dan Penertiban Tambang Ilegal Demi Cegah Bencana

Kamis, 18 Desember 2025 - 04:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LENSABUMI_Serang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan komitmennya dalam melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi secara dini. Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyatakan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan sebelum bencana terjadi, salah satunya melalui pelestarian lingkungan dan penertiban aktivitas pertambangan yang merusak alam.

Dalam keterangannya pada Selasa (16/12/2025), Dimyati menyebutkan bahwa bencana alam yang melanda wilayah Sumatra beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting bagi Banten. Ia menekankan perlunya kesadaran kolektif antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam demi meminimalisasi risiko bencana.

“Mitigasi bencana harus dilakukan sebelum terjadi. Maka dari itu, kami bertindak tegas menertibkan aktivitas tambang ilegal yang terjadi di Lebak dan sekitarnya,” ujar Dimyati.

Baca Juga  Rekomendasi Wisata Ramah Anak untuk Liburan Akhir Tahun 2025

Menurut Dimyati, aktivitas pertambangan ilegal (PETI) tidak hanya merusak ekosistem dan mengubah aliran sungai, tetapi juga berdampak buruk pada infrastruktur daerah. Kendaraan bertonase besar yang melintas akibat aktivitas tersebut kerap merusak jalan dan menimbulkan keresahan masyarakat.

Ia mengakui bahwa Provinsi Banten memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Namun, pemanfaatan potensi tersebut harus berorientasi pada keberlangsungan hidup masyarakat dalam jangka panjang, bukan sekadar keuntungan sesaat bagi kelompok atau perorangan.

Baca Juga  M. Asdiansyah Terpilih Pimpin PMI Kecamatan Curug, Siap Perkuat Layanan Kemanusiaan

“Kita harus hidup berdampingan dengan alam dan saling menjaga,” tegasnya.

Sebagai referensi kearifan lokal, Dimyati mencontohkan masyarakat adat Baduy yang konsisten menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, pola hidup masyarakat Baduy terbukti mampu menjaga kejernihan sungai, kesuburan tanah, dan kebersihan udara, sehingga kehidupan berjalan harmonis dan damai.

“Kita harus mencontoh hal itu (adat Baduy, red),” pungkas Dimyati.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, menyampaikan langkah teknis antisipasi bencana. Ia mengumumkan bahwa Provinsi Banten telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi selama 90 hari ke depan.

Baca Juga  TB H Ali Jayadi, Resmi Terima Bendera Petaka Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten DPD Kab Tangerang Priode 2025-2030

Penetapan status ini merujuk pada rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta mencakup wilayah-wilayah strategis seperti Kota Tangerang dan Kabupaten Pandeglang. Lutfi menjelaskan, meskipun Banten masuk dalam kategori zona hijau menurut BMKG, peningkatan kewaspadaan tetap diperlukan sebagai langkah preventif terhadap potensi banjir dan tanah longsor.

“Kalau kita sudah bersiaga, Insya Allah penanganannya juga akan lebih efektif karena kita sudah melakukan mitigasi sejak awal,” ujar Lutfi.

 

(Ari/tim)

Berita Terkait

Hector Souto masih sesali kekalahan futsal Indonesia di laga final
Satlantas Polresta Tangerang Petakan Jalan Berlubang, Persiapan Jalur Mudik Lebaran 2026
UNICEF Sebut Pentingnya Integrasi Sekolah layanan Kesehatan Mental
Perjanjian AS-Rusia Berakhir, Trump Kaji Uji Coba Senjata Nuklir
Reses di Desa Cikasungka, H. Wawan Sumarwan Serap Aspirasi Warga: Pembangunan SMK dan Fasilitas Bank Sampah Jadi Prioritas
Dukung Program Ketahanan Pangan, BUMDes Pasir Barat Tanam Jagung Hibrida ‎
FFI jamin Hector Souto jadi pelatih timnas Indonesia hingga 2028
Wamenlu: Indonesia Akan Bahas Solusi Dua Negara pada KTT D-8

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:55 WIB

Hector Souto masih sesali kekalahan futsal Indonesia di laga final

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:02 WIB

Satlantas Polresta Tangerang Petakan Jalan Berlubang, Persiapan Jalur Mudik Lebaran 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:32 WIB

UNICEF Sebut Pentingnya Integrasi Sekolah layanan Kesehatan Mental

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:23 WIB

Perjanjian AS-Rusia Berakhir, Trump Kaji Uji Coba Senjata Nuklir

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:49 WIB

Dukung Program Ketahanan Pangan, BUMDes Pasir Barat Tanam Jagung Hibrida ‎

Berita Terbaru