JAMBE – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Jambe untuk tahun anggaran 2026/2027 diwarnai sorotan tajam terkait tingkat kehadiran wakil rakyat. Pasalnya, dari total 11 anggota DPRD yang diundang secara resmi untuk mengawal aspirasi masyarakat, hanya 3 orang yang terlihat hadir di lokasi kegiatan pada Senin (26/01/2026).
Ketidakhadiran mayoritas anggota legislatif dari daerah pemilihan (Dapil) tersebut memicu kekecewaan di tengah masyarakat dan peserta forum. Padahal, Musrenbang merupakan momentum krusial di mana warga menyampaikan langsung usulan prioritas, termasuk masalah infrastruktur dan revitalisasi pasar tradisional Jambe yang terbengkalai.
”Sangat disayangkan, dari 11 undangan anggota dewan yang kami sebar, hanya 3 orang yang hadir memenuhi undangan untuk mendengarkan langsung suara warga,” ujar salah satu perwakilan peserta Musrenbang di sela-sela acara.
Ketiga anggota dewan yang hadir—salah satunya H. Wawan Sumarwan dari DPRD Provinsi Banten—tampak aktif mengikuti jalannya diskusi dan mencatat berbagai usulan warga. Namun, absennya delapan anggota dewan lainnya dianggap sebagai bentuk kurangnya komitmen dalam memperjuangkan pembangunan di wilayah Jambe secara kolektif.
Masyarakat berharap, meskipun tingkat kehadiran fisik rendah, aspirasi yang telah dirumuskan dalam dokumen Musrenbang ini tetap dapat diperjuangkan oleh seluruh anggota dewan di meja legislatif saat pembahasan anggaran daerah nanti.
Yang lebih mirisnya lagi, Salah satu Anggota Dewan yang tinggal di kecamatan jambe lebih memilih pergi ke Aceh ketimpang mengikuti jalannya musrenbang, yang menjadi wadah aspirasi masyarakat.
”Kami butuh dukungan politik yang kuat di tingkat kabupaten maupun provinsi agar usulan kami tidak hanya berakhir di atas kertas. Kehadiran mereka sebenarnya adalah simbol dukungan moral bagi kami,” tambahnya.
Forum Musrenbang tetap dilanjutkan dengan memprioritaskan usulan pembenahan pasar lokal yang rusak dan perbaikan akses jalan, sembari berharap sisa anggota dewan yang tidak hadir tetap memberikan perhatian pada hasil kesepakatan musyawarah tersebut. (Bagas)








