Bapanas perkuat intervensi jaga stabilitas harga pangan jelang Lebaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lensabumi.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat berbagai program intervensi pangan bersama mitra untuk menjaga stabilitas harga pangan pokok strategis selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

“Pemerintah memastikan berbagai program intervensi pangan terus dilakukan sampai Lebaran untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia menyebutkan sejumlah program intervensi pangan yang telah dilakukan sepanjang Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM), distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga mobilisasi stok melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

Selain penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng yang menyasar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Bantuan itu, menurut dia, telah disalurkan Perum Bulog secara bertahap yang dimulai sejak 9 Maret 2026.

“Sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, stok pangan nasional kita aman dan memadai,” ujarnya.

Baca Juga  Teller Cepat dan Banking Hall Bersih, BRI KC Cilegon Tetapkan Standar Layanan Unggul

Pelaksanaan program intervensi pangan dilakukan berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD hingga asosiasi pelaku usaha pangan, guna menghadirkan akses pangan dengan harga terjangkau di banyak titik lokasi se-Indonesia.

Bapanas mencatat realisasi pelaksanaan GPM secara nasional hingga pertengahan Maret mencapai 789 kali di berbagai daerah setidaknya di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota.

Pemerintah, lanjutnya, juga menggelar GPM khusus yang menyediakan daging ayam beku kualitas premium dengan harga sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP).

GPM khusus daging ayam beku itu tersedia di lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di 17 provinsi dan akan berlangsung hingga sehari sebelum Idul Fitri. Program itu merupakan kolaborasi antara Bapanas dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Malindo Feedmill Tbk.

Masyarakat dapat mengetahui sebaran lokasi GPM daging ayam ras beku melalui tautan bit.ly/gpmdagingayam2026.

Baca Juga  KAKI Desak BEI Suspensi Saham CMNP, Perkara Perdata di PN Jakut Dinilai Berpotensi Ganggu Stabilitas Emiten

GPM khusus lainnya sebagai langkah stabilisasi harga daging ruminansia juga Bapanas dorong bersama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari.

Lebih lanjut, Ketut mengatakan hingga pertengahan Maret, realisasi penjualan beras SPHP telah mencapai 19,5 ribu ton. Adapun untuk SPHP beras tahun 2026, masyarakat sebagai konsumen dapat membeli maksimal 5 kemasan ukuran 5 kilogram (kg) dan tersedia pula alternatif kemasan 2 kg dengan pembelian maksimal 2 kemasan.

Sementara itu, realisasi FDP sampai Maret telah sebanyak 13.916 kg yang terdiri dari cabai rawit merah 5.590 kg, sapi hidup 5.126 kg, beras 2.000 kg, dan Minyakita 1.200 liter.

Daerah defisit yang menjadi tujuan FDP antara lain Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur, Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, Lombok Tengah dan Lombok Timur Nusa Tenggara Barat hingga Kepulauan Riau.

Terakhir, ia mengatakan realisasi bantuan pangan beras dan minyak goreng telah didistribusikan kepada 232.076 KPM per 14 Maret. Secara kuantitatif, beras yang telah berhasil diserahterimakan sebanyak 4,64 juta kg dan minyak goreng sebanyak 928,3 ribu liter.

Baca Juga  Marc Marquez masuk nominasi Laureus World Sportsman of the Year 2026

Bapanas memproyeksikan ketersediaan beras nasional hingga akhir April diperkirakan dapat mencatat surplus 17,2 juta ton. Komoditas jagung juga diproyeksikan surplus 4,8 juta ton. Minyak goreng secara nasional mencatatkan surplus 3,5 juta ton.

Daging ayam juga mencatatkan surplus 727 ribu ton sampai April. Gula konsumsi surplus 595 ribu ton. Telur ayam surplus 349 ribu ton. Sementara cabai rawit, cabai besar, dan bawang merah masing-masing surplus 105 ribu ton, 74 ribu ton, dan 57 ribu ton. Sembilan jenis pangan tersebut sepenuhnya dipasok dari produksi dalam negeri.

Sebelumnya Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah melaporkan kondisi stabilitas pangan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Kami laporkan stok 11 komoditas strategis, cukup baik. Bahkan sangat baik, khususnya beras. Semua aman (untuk) sektor pangan Bapak Presiden,” kata Amran di Jakarta, Jumat (13/3).

Berita Terkait

Eko Darwoko Santuni 1000 Duafa, Yatim Dan Guru Ngaji Warga Ds Tapos Tigaraksa Dan Buka Puasa Bersama
Komisi IV DPR minta pemerintah perbanyak pasar murah tekan harga pangan
Bupati Tangerang Bersama BAZNAS Salurkan Santunan untuk Anak Yatim dan Jompo di Kronjo
Informasi Masyarakat, Polisi Datangi Lokasi Sabung Ayam
Tebar Kebaikan di Bulan Suci, Lembaga Satu Bumi Satu Negeri Santuni Anak Yatim dan Gelar Buka Bersama di Desa Rancabuaya
Polisi Sigap Bantu Padamkan Kebakaran Rumah di Karangreja
Pemudik Untuk Kendaraan Listrik Sediakan Charge Point di Rest Area Cheng Ho
Midnight Run Ramadan, Polresta Tangerang dan BEM Ajak Anak Muda Berolahraga Positif

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:26 WIB

Eko Darwoko Santuni 1000 Duafa, Yatim Dan Guru Ngaji Warga Ds Tapos Tigaraksa Dan Buka Puasa Bersama

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:47 WIB

Komisi IV DPR minta pemerintah perbanyak pasar murah tekan harga pangan

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:45 WIB

Bapanas perkuat intervensi jaga stabilitas harga pangan jelang Lebaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:24 WIB

Bupati Tangerang Bersama BAZNAS Salurkan Santunan untuk Anak Yatim dan Jompo di Kronjo

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:22 WIB

Informasi Masyarakat, Polisi Datangi Lokasi Sabung Ayam

Berita Terbaru

Berita

Informasi Masyarakat, Polisi Datangi Lokasi Sabung Ayam

Minggu, 15 Mar 2026 - 21:22 WIB