Korsleting listrik hanguskan gudang onderdil motor di Cengkareng

Sabtu, 4 April 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lensabumi.com – Kebakaran diduga akibat arus pendek (korsleting) listrik menghanguskan sebuah gudang onderdil sekaligus bengkel sepeda motor di Jalan Cendrawasih Raya No.70, RT.11 RW.07 KCengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (3/4) malam.

“Dugaan penyebab, karena korsleting listrik,” kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 21.42 WIB.

“Langsung pengerahan unit dan personel sebanyak 20 unit mobil pemadam dengan 100 personel untuk mengatasi kebakaran di area seluas kurang lebih 560 meter persegi itu,” kata dia.

Baca Juga  Perkuat Sinergi dan Gaya Hidup Sehat, BRI BO Jakarta Jelambar Gelar Senam Bersama RSSH

Petugas pemadam tiba di lokasi pada pukul 21.47 WIB dan langsung memulai operasi pemadaman.

Api berhasil dilokalisasi pada pukul 23.00 WIB, namun proses pendinginan masih terus berlangsung hingga Sabtu pagi.

“Sampai saat ini pukul 08.30 WIB di lokasi masih terus proses pendinginan,” ucap Syaiful.

Awalnya, kata Syaiful, warga melihat percikan api dari kabel udara sekitar pukul 21.35 WIB.

Beberapa menit kemudian, api membesar dan menyambar ke dalam gudang, barulah warga setempat bergegas mendatangi pos Damkar terdekat.

Baca Juga  Pemerintah Kabupaten Tangerang Mulai Sosialisasikan Program PSEL

Setibanya tim Damkar di lokasi, nyala api dilaporkan sudah cukup besar di dalam gudang.

Syaiful mengungkapkan bahwa banyaknya material dan bahan mudah terbakar di dalam gudang membuat seluruh api cepat membesar dan seisi bangunan ludes tak tersisa.

“Habis semua itu ‘sparepart’ di dalam tak tersisa, hangus. Karena bangunan itu tiga lantai. Bangunan lantai tiganya ambruk ke lantai dua,” ungkap Syaiful.

Syaiful juga menjelaskan bahwa proses pemadaman sempat terkendala karena banyaknya material oli yang ikut terbakar dan reruntuhan bangunan yang menutupi bara api.

Baca Juga  Wayang Golek Santri Jadi Media Edukasi Generasi Emas dan Keamanan Digital di Brebes

“Makanya memang proses pemadaman juga terkendala satu karena ‘sparepart’. Banyak oli yang terbakar, jadi sulit dipadamkan. Apinya bandel,” kata dia.

Kemudian, banyaknya titik api yang tertimbun di bawah reruntuhan tembok juga membuat proses pemadaman menjadi terhambat.

Terkait penyebab kebakaran, Syaiful menyebut dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik.

Namun, menurut keterangan warga sekitar, hal tersebut berasal dari kabel udara yang berada di luar bangunan.

Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut masih berupa dugaan, sehingga belum dapat dipastikan penyebab sebenarnya.

Berita Terkait

BNNP Jateng Perkuat Petompon Relawan Antinarkoba Disiapkan Zero Prevalensi Jadi Target
BNNP Jateng dan Pemkot Salatiga Bersinergi Menuju Zero Prevalensi 2045
Ribuan Santri Peringati Hari Santri Di Kantor Wali Kota Jakarta Utara
HSN 2026, Bupati berpesan santri harus jadi pelopor
Bunda PAUD Kabupaten Tangerang Dorong Pemenuhan Gizi Anak Melalui Program PMT di Satuan PAUD
Pilkades Serentak 2027, Pemkab Tangerang Tengah Siapkan Regulasi
Polsek Curug Hadir di Perempatan Pondok Bambu, Pastikan Arus Lalu Lintas Pagi Lancar
Amankan 10 Sepeda Motor Hasil Kejahatan, Diserahkan kepada Pemiliknya Gratis

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:04 WIB

BNNP Jateng Perkuat Petompon Relawan Antinarkoba Disiapkan Zero Prevalensi Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:28 WIB

BNNP Jateng dan Pemkot Salatiga Bersinergi Menuju Zero Prevalensi 2045

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Ribuan Santri Peringati Hari Santri Di Kantor Wali Kota Jakarta Utara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:49 WIB

HSN 2026, Bupati berpesan santri harus jadi pelopor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Pilkades Serentak 2027, Pemkab Tangerang Tengah Siapkan Regulasi

Berita Terbaru

Berita

HSN 2026, Bupati berpesan santri harus jadi pelopor

Kamis, 22 Okt 2026 - 09:49 WIB