Sebelumnya, Pramono juga menekankan bahwa upaya menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi membutuhkan peran serta masyarakat dalam melaporkan setiap kejadian yang meresahkan.

Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan Jakarta tidak hanya unggul dalam peringkat, tetapi juga benar-benar menjadi kota yang aman bagi seluruh warganya.

Baca Juga  Klasemen medali SEA Games 2025: Indonesia merangsek ke posisi kedua

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan di titik-titik rawan serta meningkatkan respons aparat terhadap laporan warga, guna memastikan keamanan yang merata hingga ke level pedagang kecil dan sektor informal.

Adapun pada Jumat (10/4), beredar video di media sosial memperlihatkan seorang pengemudi bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat dimintai “uang setoran” oleh seorang oknum pria.

Baca Juga  Ditresnarkoba Polda Banten Gagalkan Peredaran Narkotika Jenis Sabu, Pelaku ditangkap Beserta Barang Bukti 2 pucuk Senjata Api

Selain itu, juga ada pedagang bakso di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat juga mengalami aksi serupa. Dia dimintai uang iuran sebesar Rp100 ribu.

Namun karena pedagang menolak permintaan tersebut, pria yang meminta setoran merusak mangkok milik pedagang.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya, juga telah menegaskan tidak akan memberi ruang terhadap para pelaku premanisme, termasuk pemalakan terhadap pedagang.

Dalam pemberantasan terhadap para pelaku premanisme, tim kepolisian akan melakukan penindakan.