Buronan Kasus Pemerkosaan Santriwati di Pati Ditangkap di Wonogiri

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati, Lensabumi.com – Pelarian pendiri pondok pesantren di Kabupaten Pati berinisial Ndholo Kusumo akhirnya kandas di tangan polisi. Tersangka kasus dugaan pemerkosaan puluhan santriwati itu ditangkap di wilayah Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Kamis (7/5) dini hari.

Setelah sempat berpindah kota seperti bayangan yang mencari celah gelap, langkah tersangka akhirnya terhenti di ujung operasi gabungan aparat.

Petugas gabungan dari Polresta Pati dan Jatanras Polda Jawa Tengah menangkap tersangka sekitar pukul 04.00 WIB. Polisi langsung menggiring tersangka dengan tangan terborgol tali. Ia tampak mengenakan baju batik dan jaket kulit hitam saat keluar dari lokasi persembunyiannya.

Baca Juga  BUPATI TANGERANG TINJAU LANGSUNG LOKASI BANJIR DAN SERAHKAN BANTUAN LOGISTIK

Setelah penangkapan, polisi membawa tersangka ke Polsek Purwantoro untuk menjalani pemeriksaan awal. Selanjutnya, aparat langsung membawa tersangka menuju Polresta Pati guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Setelah kami tangkap, selanjutnya tersangka kita bawa ke Polresta Pati untuk menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan pencabulan santriwati di Ponpes Ndolo Kusumo tersebut,” kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Pati, Dika Hadiyan Widya Wiratama, Kamis (7/5).

Baca Juga  Polresta Tangerang Periksa Senpi Seluruh Anggota, Pastikan Digunakan Sesuai Prosedur

Sementara itu, polisi mulai mengurai jejak pelarian tersangka yang terbilang panjang. Berdasarkan keterangan sementara, tersangka kabur setelah penyidik menetapkannya sebagai tersangka kasus pemerkosaan santriwati pada 28 April 2026. Sejak saat itu, tersangka memilih menghilang dan memutus komunikasi, bahkan kuasa hukum serta keluarganya mengaku kehilangan kontak.

Selain itu, tersangka juga mangkir dari jadwal pemeriksaan pada Senin (4/5). Polisi lalu bergerak mengejar keberadaannya yang terus berpindah-pindah bak jarum di tumpukan jerami.

Baca Juga  Periode 1 April 2026, Sebanyak 25 Prajurit Kodim 0510/Tigaraksa Naik Pangkat

Menurut Dika, tersangka sempat bersembunyi di beberapa daerah. Polisi mencatat rute pelariannya mulai dari Kudus, Bogor, Jakarta, Solo, hingga akhirnya berakhir di Wonogiri.

“Dalam pelariannya tersangka tidak hanya berada di satu tempat,” ujar Dika.

Di sisi lain, polisi menduga tersangka tidak bergerak sendirian selama pelarian. Aparat mencium adanya pihak lain yang ikut membantu atau menemani tersangka berpindah dari satu kota ke kota lain. “Nanti kita periksa lebih lanjut,” imbuhnya.

Berita Terkait

Lapas Brebes dan LDNU Gelar Managib, Warga Binaan Diajak Perkuat Keimanan
Prabowo Turunkan 1.000 Perwira TNI Edukasi Pencegahan Karhutla
TEMUAN SELAKU PENYULUH KARHUTLA DI KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali
Pos Gizi Diperkuat, Pemkot Tangsel Percepat Penanganan Stunting Berbasis Masyarakat
Lapas Brebes Ukur Kompetensi Petugas Pengamanan melalui SIGAP KERJA LABRE
Perkuat Pencegahan Karhutla, Tim Satgas Mabes TNI Berikan Edukasi Intensif kepada Masyarakat Kapuas Hulu
Wushu Tambah Tiga Medali Perunggu Untuk Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 09:59 WIB

Lapas Brebes dan LDNU Gelar Managib, Warga Binaan Diajak Perkuat Keimanan

Jumat, 25 September 2026 - 18:22 WIB

Prabowo Turunkan 1.000 Perwira TNI Edukasi Pencegahan Karhutla

Jumat, 25 September 2026 - 17:45 WIB

TEMUAN SELAKU PENYULUH KARHUTLA DI KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Kamis, 24 September 2026 - 22:01 WIB

Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali

Kamis, 24 September 2026 - 18:01 WIB

Pos Gizi Diperkuat, Pemkot Tangsel Percepat Penanganan Stunting Berbasis Masyarakat

Berita Terbaru