Gempa M5,1 Guncang Jember Selasa Sore, Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember, Lensabumi.com – Gempa bumi bermagnitudo 5,1 yang mengguncang Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), dan tidak berpotensi tsunami pada Selasa (26/5).

“Gempa tektonik terjadi pada pukul 15.39 WIB di wilayah tenggara Jember, Jawa Timur,” kata Kepala Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso dalam siaran pers yang diterima di Jember.

Menurutnya, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki parameter update dengan magnitudo M4,8 dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,07 derajat Lintang Selatan (LS) dan 113,82 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 99 kilometer arah tenggara, Jember, pada kedalaman 14 km.

Baca Juga  Apresiasi Nasabah, BRI KC Jakarta Jelambar Serahkan Hadiah Motor Pemenang Program PHS

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng,” kata Ricko.

Ia menjelaskan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser.

“Gempa bumi itu berdampak dan dirasakan di daerah Jember dengan skala intensitas IV MMI, Banyuwangi dengan skala intensitas III-IV MMI, Bondowoso, Kuta, Kuta Selatan dan Malang dengan skala intensitas III MMI,” katanya.

Baca Juga  DPR Dorong Pengusutan Tuntas Kasus Penyekapan Perempuan Di Bandung

Kemudian daerah Denpasar dengan skala intensitas II-III MMI, sementara daerah Blitar dan Trenggalek dengan skala intensitas II MMI.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Hingga pukul 15.55 WIB, lanjutnya, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Sementara itu sejumlah warga di Perumahan Graha Citra Mas sempat berhamburan keluar rumah karena guncangan gempa cukup keras.

Baca Juga  RSUD Tigaraksa Tetap Layani Pasien BPJS Nonaktif, dr. Faridzi : Kesehatan dan Keselamatan Masyarakat Nomor 1 ‎

“Getarannya cukup keras, sehingga saya berlari ke luar rumah,” kata Fitri, salah satu warga perumahan itu.

Berita Terkait

Krakatau: Sejarah Letusan 1883, Tsunami 2018, dan Siaga Erupsi 2026
Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Legislator PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Bagikan Ribuan Masker Kepada Pengguna Jalan
Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan
Rumah di Pesantunan Brebes Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Tim Basket Putra Maksimalkan Kesempatan Ikuti Asian Games 2026
Seminar “Mentalitas Rajawali” di Lapas Brebes, WBP Diajak Bangkit dan Berubah
Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan
Jaga Keselamatan Warga, KemenPU Ganti Jembatan Apung Sungai Wulan dengan Jembatan Gantung

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:41 WIB

Krakatau: Sejarah Letusan 1883, Tsunami 2018, dan Siaga Erupsi 2026

Minggu, 6 September 2026 - 19:19 WIB

Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Legislator PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Bagikan Ribuan Masker Kepada Pengguna Jalan

Minggu, 6 September 2026 - 14:22 WIB

Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 09:36 WIB

Rumah di Pesantunan Brebes Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:23 WIB

Seminar “Mentalitas Rajawali” di Lapas Brebes, WBP Diajak Bangkit dan Berubah

Berita Terbaru