“BB TNBTS berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevaluasi keselamatan transportasi wisata,” kata Pranata Humas BB TNBTS Endrip Wahyutama di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Endrip menjelaskan beberapa poin yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan evaluasi, yakni peningkatan pengawasan kelayakan operasional kendaraan wisata, komitmen pelaku jasa wisata terhadap standar keselamatan, kesiapsiagaan dan koordinasi penanganan keadaan darurat.

Baca Juga  BRI BO BSD Gelar Kegiatan Olahraga Bulutangkis untuk Perkuat Kebersamaan dan Semangat Kerja

Kemudian, menyasar pada mekanisme respons dan evakuasi apabila terjadi insiden di kawasan wisata tersebut.

Pihaknya menegaskan mendukung penuh seluruh proses penanganan yang dilakukan oleh kepolisian dalam mengungkap secara utuh penyebab peristiwa kecelakaan jip wisata itu.

“Sehingga langkah-langkah perbaikan yang diperlukan dapat dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” kata dia.

Baca Juga  Jonathan Christie Naik Ke Rangking Lima Dunia Setelah Juara Denmark Open 2025

BB TNBTS menyampaikan pernyataan duka cita atas terjadinya kecelakaan jip wisata itu.

“Terkait kejadian kecelakaan yang terjadi kami menyampaikan duka cita kepada korban dan keluarga terdampak,” ujarnya.

Kecelakaan jip wisata di jalur tujuan Gunung Bromo atau tepatnya di tikungan Letter S yang masuk wilayah Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur terjadi pada Jumat (29/5).

Adapun dua korban yang dinyatakan meninggal dunia adalah sopir jip wisata berinisial MS dan satu wisatawan berinisial YWA.

Baca Juga  Petani Sayur Matinggi Tapsel Panen Padi Pascabencana

Selain itu, tiga wisatawan lainnya yang menjadi penumpang jip wisata, yakni ZH, FR dan FNN mengalami luka-luka.

Kepolisian Resor Pasuruan menyatakan kecelakaan bermula ketika jip wisata bernomor polisi BG 1478 EF melaju dari arah utara menuju selatan, saat berada di lokasi kejadian mobil itu menabrak tebing sebelumnya akhirnya terguling.

Polisi menduga kecelakaan yang menewaskan dua korban disebabkan kegagalan fungsi pengereman.