Alex Sibti Buka Suara Keras, Kades Kronjo dan Dugaan Pungli Pulo Cangkir Jadi Sorotan Publik ‎ ‎

Jumat, 3 April 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy





‎TANGERANG – LENSABUMI.COM Polemik dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata religi Pulo Cangkir, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, kian memanas. Kali ini, Kepala Desa (Kades) Kronjo, H. Nurjaman, menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya upaya “pengalihan isu” dengan melibatkan puluhan anak yatim.

‎Informasi yang dihimpun, pada Minggu lalu puluhan anak yatim yang didampingi orang tuanya mendatangi Mapolsek Kronjo. Kedatangan mereka disebut-sebut untuk menyuarakan agar regulasi karcis masuk ke kawasan Pulo Cangkir tetap dijalankan oleh pihak tertentu, termasuk oknum Karang Taruna Kronjo dan pihak kecamatan.

‎Di sisi lain, mencuatnya dugaan pungli ini berawal dari langkah tegas Kapolsek Kronjo yang baru, IPTU Bayu Sujatmiko. Dalam gebrakannya, sejumlah petugas dan oknum yang mengatasnamakan Karang Taruna diamankan karena diduga meminta sejumlah uang kepada pengunjung sebagai tiket masuk kawasan wisata tersebut.

‎Namun pernyataan Kades Kronjo, H. Nurjaman, justru memicu kontroversi. Dalam beberapa kesempatan, ia mengaku tidak mengetahui adanya praktik pungli yang disebut telah berlangsung selama kurang lebih empat tahun. Pernyataan tersebut bahkan viral di media sosial dan menuai beragam reaksi publik.

‎Sikap tersebut mendapat tanggapan keras dari Ketua Pokja Wartawan Gunung Kaler–Kresek, Alex Sibti. Ia menilai pernyataan Kades tidak logis, mengingat aktivitas penarikan karcis disebut berjalan cukup lama dan melibatkan potensi pendapatan hingga puluhan juta rupiah per tahun.

‎“Tidak masuk akal jika kepala desa tidak mengetahui. Ini bukan hal kecil. Apalagi jika benar ada perputaran uang yang cukup besar dari tiket masuk yang dikelola oknum Karang Taruna,” tegas Alex.

‎Ia juga menyoroti dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam menggerakkan puluhan anak yatim untuk mendatangi kantor polisi. Menurutnya, hal tersebut harus diusut secara serius oleh aparat penegak hukum (APH).

‎“Jangan sampai anak yatim dijadikan tameng atau alat untuk kepentingan tertentu. Ini persoalan serius dan harus diusut tuntas, termasuk siapa aktor di baliknya,” lanjutnya.

‎Lebih jauh, pihak Pokja Wartawan Gunung Kaler–Kresek menyatakan akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk berkoordinasi dengan Kementerian Sosial terkait pengelolaan BUMDes Kronjo yang dinilai perlu diaudit secara terbuka.

‎PWGK Kabupaten Tangerang pun mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan pungli yang disebut telah berlangsung bertahun-tahun, sekaligus mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam polemik yang kini menjadi perhatian publik tersebut.

‎(Gass)
‎Sumber : PWGK-KRESEK

Baca Juga  Perluas Akuisisi Merchant Digital, BRI KC Jakarta Jelambar Jalin Kerja Sama dengan Ebuzz di Pringgodani Golf Driving Range

Berita Terkait

Krakatau: Sejarah Letusan 1883, Tsunami 2018, dan Siaga Erupsi 2026
Konsolidasi PPIR Brebes, Kesbangpol Dorong Sinergi Kawal Program Program Presiden dan Bupati
Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Legislator PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Bagikan Ribuan Masker Kepada Pengguna Jalan
Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan
Rumah di Pesantunan Brebes Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Tim Basket Putra Maksimalkan Kesempatan Ikuti Asian Games 2026
Seminar “Mentalitas Rajawali” di Lapas Brebes, WBP Diajak Bangkit dan Berubah
Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:41 WIB

Krakatau: Sejarah Letusan 1883, Tsunami 2018, dan Siaga Erupsi 2026

Senin, 7 September 2026 - 08:20 WIB

Konsolidasi PPIR Brebes, Kesbangpol Dorong Sinergi Kawal Program Program Presiden dan Bupati

Minggu, 6 September 2026 - 19:19 WIB

Dampak Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau, Legislator PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Bagikan Ribuan Masker Kepada Pengguna Jalan

Minggu, 6 September 2026 - 14:22 WIB

Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 09:36 WIB

Rumah di Pesantunan Brebes Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Berita Terbaru