BANJARNEGARA – Langkah strategis menuju pemulihan total PT BPR BKK Mandiraja (Perseroda) Banjarnegara mendapat dorongan moral yang kuat. Dalam kunjungannya di Aula BPR BKK Mandiraja, Selasa (10/3/2026), Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, mengajak seluruh jajaran untuk merombak total pola pikir kerja, dari sekadar rutinitas birokrasi menuju pendekatan bisnis yang humanis.
Capaian Positif dan Target Ambisius 2026
Plt. Direktur BPR BKK Mandiraja, D. Tri Ristanto Budiono, SE, M.Si, melaporkan perkembangan yang menggembirakan. Manajemen telah berhasil memangkas defisit secara drastis, dari angka Rp16 miliar menjadi Rp8 miliar.
“Memasuki tahun 2026, kami memasang target laba sebesar Rp12 miliar. Optimisme ini didasari pada performa awal tahun, di mana per Februari 2026 saja, kita telah mengantongi laba Rp1,7 miliar atau sekitar 14% dari target tahunan,” ungkap Tri Ristanto di hadapan Bupati dan 150 pejabat eksekutif yang hadir.
Hingga periode Februari 2024, kesehatan finansial bank terlihat solid dengan total aset mencapai Rp721 miliar. Kepercayaan publik pun tetap terjaga dengan total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp527 miliar, yang terbagi dalam instrumen tabungan dan deposito.
Ekspansi Layanan dan Inovasi Digital
Untuk menjangkau nasabah di pelosok, BKK Mandiraja telah mengoperasikan unit mobil kas keliling yang menyisir wilayah Batur, Bawang, Pandanarum, hingga Sigaluh. Tak hanya itu, inovasi layanan terus digenjot dengan rencana peluncuran fitur pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada semester kedua tahun ini.
Pesan Bupati: Bisnis, Integritas, dan Hati
Dalam arahannya, Bupati dr. Amalia Desiana menegaskan bahwa sebagai Perusahaan Umum Daerah (Perusda), BKK Mandiraja harus bergerak lincah dan berorientasi pada profit (PAD), bukan terjebak dalam pola kerja statis.
“Mengelola Perusda itu beda dengan ASN. Mindset-nya harus untung. Jika kantor ini dianggap seperti rumah sendiri, maka setiap tetes keringat untuk kemajuan perusahaan akan berbuah pada kesejahteraan karyawan melalui bonus produksi,” tegas Bupati.

Beliau juga menitipkan pesan mendalam mengenai integritas yaitu Integritas Moral dengan Jangan sekali-kali menyentuh atau menyalahgunakan dana nasabah, sekecil apa pun itu. Kebocoran besar selalu dimulai dari ketidakjujuran kecil.
Selain itu juga memberikan Pelayanan Humanis Dalam menghadapi nasabah, terutama saat penagihan, gunakan pendekatan yang santun. “Jadilah solusi bagi nasabah, jangan biarkan mereka digantung tanpa kepastian, Serta Lebih baik pendapatan sedikit namun berkah dan halal, daripada banyak namun membawa kesengsaraan di kemudian hari.
Bupati turut mengapresiasi sinergi pengelolaan Dana Desa yang kini melalui BKK Mandiraja, yang dianggap sebagai kunci utama memperkuat basis nasabah di tingkat pedesaan.
Acara pembinaan ini juga dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Riatmojo Ponco Nugroho, serta Kepala Bagian Perekonomian, Fajar Anggun Sawitri. Dengan semangat “Rumah Sendiri”, BPR BKK Mandiraja optimistis kembali sehat dan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di Banjarnegara.(bn13)






