LENSABUMI COM
TANGERANG – Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC KWRI) Kabupaten Tangerang membuat gebrakan baru dengan menggelar dialog interaktif bertema “Menghadapi Era Post-Truth melalui Penguatan Literasi dan Publikasi Bahaya Hoax”.
Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, serta sejumlah narasumber handal untuk memperkuat benteng informasi masyarakat di era digital. Selasa 19/05/26

Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC KWRI) Kabupaten Tangerang yang menggelar dialog interaktif mengenai tantangan media di era Post-Truth serta bahaya penyebaran informasi palsu (hoax).
Menurut Intan Nurul Hikmah, inisiatif edukasi yang diusung oleh organisasi pers seperti DPC KWRI sangat krusial dalam membantu pemerintah daerah menjaga kondusivitas wilayah serta mencerdaskan masyarakat di tengah banjir informasi digital.
Dalam pemaparannya, Wakil Bupati Tangerang menegaskan bahwa era Post-Truth. Di mana keyakinan personal dan emosi lebih memengaruhi opini publik daripada fakta objektif menjadi tantangan besar bagi jalannya roda pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat. Dialog interaktif ini dinilai efektif menjadi sarana literasi digital bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa dan rekan-rekan jurnalis.
”Kami sangat mengapresiasi DPC KWRI yang tanggap melihat situasi ini. Di era Post-Truth, batasan antara fakta dan kebohongan sering kali kabur,” ujar Intan Nurul Hikmah.
Beliau juga mengajak seluruh elemen wartawan yang tergabung dalam KWRI untuk terus mengedepankan kode etik jurnalistik dan prinsip checks and balances demi menangkal dampak destruktif dari isu-isu hoax.
Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang menyambut baik dukungan penuh dari pimpinan daerah tersebut.
Pihaknya berkomitmen untuk terus konsisten menyelenggarakan forum-forum diskusi edukatif guna memastikan jurnalis tetap menjadi agen perubahan yang sehat, objektif, dan tepercaya bagi masyarakat Tangerang. (Gass)







