G7 Bahas Pelepasan Cadangan Minyak Saat Harga Melonjak

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lensabumi.com – Para menteri energi dari kelompok G7 akan bertemu secara virtual pada Selasa (10/3) malam untuk membahas kemungkinan melepas cadangan minyak secara terkoordinasi di tengah lonjakan harga minyak, kata Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama.

Rencana itu muncul setelah para menteri keuangan G7 menyatakan “siap” mengambil langkah yang diperlukan usai pertemuan daring pada Senin, termasuk mendukung pasokan energi global lewat pelepasan cadangan.

“Jika kita akan melakukan itu, kita harus melakukannya dengan cara yang paling efektif, dan masih ada pertanyaan tentang kapan, di mana, dan bagaimana mengoordinasikannya secara keseluruhan, termasuk apakah akan membagi (pelepasan) secara bertahap, dan sebagainya,” kata Katayama kepada wartawan, Selasa.

Baca Juga  Harga Daging Sapi Rp137.867/kg, Telur Rp30.725/kg Di Hari Ke-7 Puasa

“Saya rasa ke depannya juga akan ada keterlibatan para pemimpin [G7],” katanya.

Harga minyak mentah berjangka naik di atas 119 dolar AS (sekitar Rp2 juta) per barel pada Minggu, level tertinggi sejak Juni 2022, di tengah kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah akan mengganggu pasokan.

Badan Energi Internasional (IEA) mewajibkan negara anggotanya menyimpan cadangan minyak untuk menjaga stabilitas pasokan energi. Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol turut bergabung dalam pembicaraan para menteri keuangan G7 pada Senin.

Baca Juga  Pemkab Tangerang Raih Warta Kota Awards 2026, Sebagai Pelopor Pendidikan Swasta Gratis Berkelanjutan

Menurut IEA, negara-negara anggotanya secara bersama menyimpan lebih dari 1,2 miliar barel cadangan minyak darurat publik. Dari jumlah itu, Amerika Serikat dan Jepang menyimpan sekitar 700 juta barel.

Pada 2022, badan tersebut mengoordinasikan pelepasan cadangan minyak untuk menjaga stabilitas pasar setelah Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.

G7 atau Group of Seven adalah forum antar-pemerintah yang terdiri dari tujuh ekonomi maju — Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat — ditambah Uni Eropa sebagai anggota non-enumerasi.

Baca Juga  AJP 2025: Pertamina Beri Pelatihan Jurnalistik bagi Jurnalis Sumbagteng

Sumber: Kyodo

Berita Terkait

RSUD Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Layanan Code Stroke, Jantung dan PONEK
Ketum Mursalin Apresiasi Langkah Bupati Maesyal Rasyid Gelar Nobar Piala AFF Bersama Masyarakat
Kemensos Jatuhi Hukuman Berat Ke 620 Pegawai Karena Kasus Judol
RDP Bersama DPRD dan Warga Cirarab, BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan
Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD
Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD
DPRD Kabupaten Tangerang Gelar Rapat Paripurna Jawaban Bupati Atas Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda APBD 2027
Pelantikan & Dialog Kebudayaan KMB UMJ: Dobrak Stagnasi Regenerasi, Siapkan Pemuda Betawi Ambil Peran Strategis Nasional
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:12 WIB

RSUD Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Layanan Code Stroke, Jantung dan PONEK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Ketum Mursalin Apresiasi Langkah Bupati Maesyal Rasyid Gelar Nobar Piala AFF Bersama Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Kemensos Jatuhi Hukuman Berat Ke 620 Pegawai Karena Kasus Judol

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:05 WIB

RDP Bersama DPRD dan Warga Cirarab, BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bapenda Kabupaten Tangerang Optimalkan Pelaporan Retribusi untuk Tingkatkan Akuntabilitas PAD

Berita Terbaru