Brebes, Lensabumi.com – Dua ibu hamil berisiko tinggi di Desa Krakahan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, akhirnya bersedia dirujuk ke rumah sakit setelah sempat menolak. Keduanya adalah Kurnenti (28) dan Damiah (38), yang mengalami kelainan organ limpa (lien) dan anemia berat.
Kepala Puskesmas Tanjung, Hero Irawan, mengatakan kondisi kedua pasien tergolong serius sehingga membutuhkan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan rujukan. “Awalnya pasien menolak, namun berkat pendekatan petugas kesehatan serta dukungan lintas sektor, akhirnya mereka bersedia dirujuk,” kata Hero, Sabtu, (18/4/ 2026).
Peristiwa ini bermula pada Jumat, (17/4/ 2026), saat tim pelayanan kesehatan mendapati kondisi keduanya membutuhkan penanganan segera. Puskesmas Tanjung kemudian berencana merujuk pasien ke RSUD Brebes. Namun, penolakan dari pasien dan keluarga sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan ibu dan janin.
Menghadapi situasi tersebut, dilakukan intervensi lintas sektor dengan melibatkan Camat Tanjung Ahmad Sodikin, Kepala Desa Krakahan Sugeng Heni Setiapuji, tenaga kesehatan, serta kader desa. Mereka bersama-sama melakukan pendekatan persuasif kepada pasien dan keluarga.
Tenaga kesehatan memberikan penjelasan mengenai kondisi medis, risiko yang mungkin terjadi, serta manfaat rujukan. Sementara pemerintah setempat memastikan seluruh proses pelayanan akan difasilitasi sehingga pasien tidak perlu khawatir.
Pendekatan yang dilakukan secara humanis dan kekeluargaan itu akhirnya membuahkan hasil. Kedua pasien yang semula menolak, menyetujui untuk dirujuk ke RSUD Brebes guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Hero menilai keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam penanganan kasus kesehatan di lapangan. Menurut dia, pendekatan yang melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat terbukti efektif dalam mengatasi hambatan nonmedis.
Saat ini, kedua pasien telah mendapatkan perawatan di RSUD Brebes dan terus dipantau oleh tim medis. Puskesmas Tanjung menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap sinergi serupa dapat terus diperkuat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.






