Ketersediaan Air Bersih Jadi Prioritas Pembangunan Di Kepulauan Seribu

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Lensabumi.com – Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan menyatakan kebutuhan air bersih masih menjadi prioritas utama di Kepulauan Seribu sehingga ia mendorong pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan air bersih bagi warga tetap terjaga.

“Kebutuhan air bersih masih menjadi tantangan utama di Kepulauan Seribu,” kata Muhammad Fadjar Churniawan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (8/7).

Baca Juga  IKN Siap Jadi Surga ASN, Menteri PANRB Turun Tangan

“Selama ini kita mengandalkan dukungan Sudin SDA dan PAM Jaya. Namun kapasitasnya tentu terbatas,” kata dia.

Dalam memastikan ketersediaan air bersih, PAM Jaya bersama Pemkab Kepulauan Seribu memiliki fasilitas SWRO yang merupakan teknologi desalinasi untuk mengubah air laut menjadi air bersih dengan menggunakan membran bertekanan tinggi.

Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan pemerintah harus memastikan ketersediaan barang tersebut

Pihaknya terus mendorong berbagai solusi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PAM Jaya dan sektor swasta, agar pelayanan air bersih bagi warga tetap terjaga.

Baca Juga  Waspada Curanmor di Tempat Wisata, Satgas Ketupat Maung 2026 Sambangi Kolam Renang Tirta Eleven

Teknologi SWRO yang mampu memurnikan air laut itu mampu memproduksi 1.867 liter per hari, dengan alokasi air bersih untuk warga masing-masing 64 liter per hari.

Sedangkan teknologi Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) digunakan untuk memurnikan air payau menjadi air minum.

Fasilitas tersebut ada di tujuh pulau berpenduduk yaitu Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Pulau Karya, Pulau Panggang, Pulau Tidung, Pulau Lancang, dan Pulau Untung Jawa.

Baca Juga  Sejumlah OPD Mangkir di Musrenbang Kecamatan Jambe, Kepala Desa Layangkan Kritik Tajam

Setiap pulau memiliki kapasitas yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara pemanfaatan air tanah juga memiliki berbagai pembatasan sehingga diperlukan solusi yang berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa pengawasan merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Pengawasan bukanlah tembok penghambat, melainkan kompas penunjuk arah agar langkah pembangunan tidak tersesat,” kata dia.

Berita Terkait

Bupati Tangerang Resmikan Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati
Polresta Tangerang Ringkus Pelaku Curas di Tigaraksa, Penadah Motor Hasil Rampasan Diburu
Polsek Kronjo Pastikan Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan Secara Profesional dan Objektif
Expose Capaian Indeks Tertinggi, Desa Pasir Barat Raih Prestasi Gemilang
Jadikan Madrasah Cahaya Bangsa, Kemenag Kabupaten Tangerang Launching MLC
Pihak Perusahaan Minta APH Ambil Langkah Tegas Jika Ada Pendemo Anarkis di PEMI AW
Spanyol Keluar Sebagai Juara Piala Dunia 2026
Komitmen Polsek Tigaraksa Tindak Tegas Peredaran Obat Ilegal, Dya Pelaku Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:57 WIB

Bupati Tangerang Resmikan Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:30 WIB

Polresta Tangerang Ringkus Pelaku Curas di Tigaraksa, Penadah Motor Hasil Rampasan Diburu

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:40 WIB

Polsek Kronjo Pastikan Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan Secara Profesional dan Objektif

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:05 WIB

Jadikan Madrasah Cahaya Bangsa, Kemenag Kabupaten Tangerang Launching MLC

Senin, 20 Juli 2026 - 17:47 WIB

Pihak Perusahaan Minta APH Ambil Langkah Tegas Jika Ada Pendemo Anarkis di PEMI AW

Berita Terbaru