Mahasiswa dan Pemerintah Perkuat Kolaborasi Hadapi Krisis Ekologis di Brebes

Senin, 16 Februari 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes, Lensabumi.com – Semangat kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah menguat dalam Konferensi Cabang (Konfercab) III dan Simposium Daerah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Brebes, di Pendopo Bumiayu, Minggu (14/2/2026).

 

Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga ruang refleksi bersama atas tantangan ekologis yang dihadapi Kabupaten Brebes di usianya yang ke 348 tahun.

 

Bupati Brebes yang diwakili Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Brebes Apriyanto Sudarmoko menyampaikan apresiasi atas peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial. Ia menegaskan bahwa kondisi ekologis Brebes menjadi perhatian serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk kalangan intelektual muda.

Baca Juga  245 Warga binaan Lapas Brebes dapat Remisi Lebaran, Satu Langsung Bebas

 

Menurutnya, Brebes merupakan daerah dengan kerentanan ekologis yang nyata. Banjir kerap melanda wilayah selatan seperti Kecamatan Bumiayu dan sekitarnya akibat curah hujan tinggi, alih fungsi lahan, sedimentasi sungai, hingga persoalan tata ruang.

 

Selain itu, lanjut Apriyanto, ancaman longsor di wilayah perbukitan, kekeringan saat musim kemarau, serta degradasi lingkungan akibat aktivitas manusia juga menjadi persoalan yang tak bisa diabaikan.

 

“Di sinilah peran kader GMNI dan kaum intelektual muda sangat dibutuhkan, dengan gagasan-gagasan kritis, rekomendasi kebijakan yang konstruktif, serta gerakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

 

Apriyanto menekankan, kondisi tersebut merupakan alarm bersama agar pembangunan tidak mengorbankan lingkungan. Pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, tidak boleh dibayar dengan kerusakan ekologis.

Baca Juga  DPW JPMI Banten Soroti Dugaan Penyimpangan Anggaran Destinasi Wisata, Desak APH dan Gubernur Bertindak Tegas

 

“Pemerintah daerah berkomitmen mendorong pembangunan berkelanjutan yang menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan,” pungkasnya.

 

Ketua Panitia Yusuf menyampaikan, Konfercab merupakan forum tertinggi di tingkat DPC untuk merumuskan arah gerak organisasi sekaligus memilih kepemimpinan baru. Ia menjelaskan, forum tersebut tidak hanya berfokus pada agenda internal, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membahas isu-isu lingkungan yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

 

“Di usia Brebes yang ke 348 tahun, GMNI ingin memastikan pembangunan berjalan seimbang, tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tetapi juga menjaga keberlanjutan ekologi,” tegasnya.

 

Konfercab dan simposium menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Madya CDK Wilayah V DLH Provinsi Jawa Tengah Rokib SHut MP, Kepala Bidang Perencanaan Hukum Lingkungan DLH Gatot Setia Nugroho ST serta aktivis lingkungan Kecamatan Sirampog Adi Gunawan SH.

Baca Juga  Pemkab Brebes Salurkan 2.056 Paket Bansos Wardoyo Tahap I

 

Dalam diskusi simposium daerah, para narasumber menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Alih fungsi lahan, pengelolaan sampah, hingga kerusakan kawasan hutan disebut sebagai isu strategis yang harus ditangani secara kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa.

 

Konfercab diikuti lima komisariat DPK GMNI, yakni GMNI UMBS, GMNI STUPB, GMNI FKIP UPB, GMNI STAI Brebes, dan GMNI UMUS Brebes. Hadir pula perwakilan dari DPD, DPP, serta alumni GMNI.

Berita Terkait

Usai Eksekusi Pengadilan, Pemenang Lelang Mulai Membongkar Bekas Rumah Opy Ropiah
Tingkatkan Kesejahteraan Petani, H. Wawan Sumarwan, Legislator PDI Perjuangan Berikan Bantuan Alat Pompa Air
Di Balik Jeruji Lapas Brebes, Warga Binaan Menata Diri Lewat Istighosah Jumat Pagi
Lapas Brebes Hadirkan Layanan Perpustakaan Keliling untuk Tingkatkan Literasi Warga Binaan
DWP Brebes Asah Kreativitas Zero Waste, Olahan Ikan Tongkol Disulap Jadi Produk Bernilai Jual
DPD JULEHA Brebes Sukses Gelar Sertifikasi Kompetensi BNSP Juru Sembelih Halal, 61 Peserta Dinyatakan Kompeten
Poltekimipas Evaluasi Program Magang Taruna di Lapas Brebes
Wabup Intan Tinjau dan Monitoring Penanganan Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Rajeg
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:21 WIB

Usai Eksekusi Pengadilan, Pemenang Lelang Mulai Membongkar Bekas Rumah Opy Ropiah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:03 WIB

Di Balik Jeruji Lapas Brebes, Warga Binaan Menata Diri Lewat Istighosah Jumat Pagi

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:24 WIB

Lapas Brebes Hadirkan Layanan Perpustakaan Keliling untuk Tingkatkan Literasi Warga Binaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:37 WIB

DWP Brebes Asah Kreativitas Zero Waste, Olahan Ikan Tongkol Disulap Jadi Produk Bernilai Jual

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:43 WIB

DPD JULEHA Brebes Sukses Gelar Sertifikasi Kompetensi BNSP Juru Sembelih Halal, 61 Peserta Dinyatakan Kompeten

Berita Terbaru