SPKA Dorong Modernisasi Kereta Api Demi Tekan Risiko Kecelakaan

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, lensabumi.com – Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) menyampaikan 12 rekomendasi strategis untuk memperkuat keselamatan dan profesionalisme perkeretaapian nasional. SPKA menyampaikan rekomendasi tersebut dalam Rakernas SPKA 2026 dan Seminar Keselamatan Perkeretaapian Nasional.

SPKA menegaskan keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Organisasi itu menilai tingginya jumlah pengguna kereta api menuntut sistem transportasi yang lebih aman dan modern.

SPKA meminta pemerintah dan operator segera menerapkan sistem Automatic Train Stop (ATS) serta Automatic Train Protection (ATP). Teknologi ini mampu mengurangi risiko human error dalam perjalanan kereta api.

Baca Juga  Krisis Iklim Menggugat Negara: Hak atas Lingkungan Sehat Tak Boleh Cuma Jadi Janji

SPKA juga mendorong percepatan pembangunan jalur double double track (DDT). Langkah itu penting untuk mengurangi kepadatan lintasan dan mencegah mixed operation.

Selain itu, SPKA meminta operator memasang ETCS Level-1 untuk meningkatkan perlindungan bagi masinis saat bertugas. Sistem tersebut dinilai penting dalam mendukung keselamatan operasional.

Dalam rekomendasinya, SPKA menyoroti bahaya perlintasan sebidang. Karena itu, SPKA meminta pemerintah mempercepat pembangunan flyover, underpass, dan jalur tidak sebidang agar risiko kecelakaan menurun.

SPKA juga menilai kesejahteraan pekerja berperan besar terhadap profesionalisme kerja. Karena itu, SPKA meminta seluruh pekerja perkeretaapian memperoleh perhatian yang layak.

Baca Juga  Dua Terdakwa Menyatakan Hanya menjalankan Perintah

Di bidang tata kelola, SPKA mendorong pemisahan fungsi regulator dan operator. Langkah itu akan membuat pengawasan lebih fokus dan profesional.

SPKA turut mengusulkan pemisahan direktorat sarana dan prasarana. Tujuannya untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan efektivitas operasional.

Untuk operasional KRL, SPKA meminta pengelola lintas Bekasi-Cikarang mengutamakan aspek keselamatan. SPKA juga mendorong penyelesaian DDT serta penyusunan SOP khusus mixed operation.

Selain itu, SPKA meminta PT KAI fokus pada bisnis inti perkeretaapian. Organisasi tersebut menilai penugasan di luar operasional utama dapat mengganggu fokus pelayanan transportasi.

Baca Juga  Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan? Semakin Ditekan Semakin Penasaran

Dalam aspek kepemimpinan, SPKA menegaskan pemilihan direksi dan komisaris harus mengutamakan kompetensi, profesionalisme, dan rekam jejak. SPKA menolak praktik yang mengutamakan faktor politik atau kedekatan kekuasaan.

SPKA juga meminta perusahaan menerapkan sistem reward, punishment, dan jenjang karier secara adil. Perusahaan harus menjalankan sistem tersebut secara transparan dan konsisten tanpa perlakuan khusus.

Melalui Rakernas SPKA 2026, SPKA menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan sistem perkeretaapian Indonesia yang aman, profesional, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

BKSDA Selamatkan Induk Dan Anak Orangutan Yang Terjerat di Kotim
BRIN Ungkap 9 Jenis Mangrove Dari Aceh Berpotensi Sebagai Tanaman Obat
BNNP Jateng Perkuat Petompon Relawan Antinarkoba Disiapkan Zero Prevalensi Jadi Target
BNNP Jateng dan Pemkot Salatiga Bersinergi Menuju Zero Prevalensi 2045
Ribuan Santri Peringati Hari Santri Di Kantor Wali Kota Jakarta Utara
HSN 2026, Bupati berpesan santri harus jadi pelopor
Bunda PAUD Kabupaten Tangerang Dorong Pemenuhan Gizi Anak Melalui Program PMT di Satuan PAUD
Pilkades Serentak 2027, Pemkab Tangerang Tengah Siapkan Regulasi
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:10 WIB

BKSDA Selamatkan Induk Dan Anak Orangutan Yang Terjerat di Kotim

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

BRIN Ungkap 9 Jenis Mangrove Dari Aceh Berpotensi Sebagai Tanaman Obat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:04 WIB

BNNP Jateng Perkuat Petompon Relawan Antinarkoba Disiapkan Zero Prevalensi Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:28 WIB

BNNP Jateng dan Pemkot Salatiga Bersinergi Menuju Zero Prevalensi 2045

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Ribuan Santri Peringati Hari Santri Di Kantor Wali Kota Jakarta Utara

Berita Terbaru